Oknum Aparat Arogan saat PSBB di Makassar, Gubernur Sulsel Minta Maaf

Kompas.com - 06/05/2020, 14:26 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (tengah) saat video conference melalui aplikasi Zoom, Kamis (16/4/2020). Dok Humas Pemprov SulselGubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (tengah) saat video conference melalui aplikasi Zoom, Kamis (16/4/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengakui selama pembatasan sosial berskala Besar ( PSBB) diterapkan di Kota Makassar, oknum aparat di lapangan bertindak arogan dengan menyiram masuk ke dalam toko-toko dan melakukan penganiayaan.

Nurdin Abdullah minta maaf kepada seluruh masyarakat atas tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh aparat di lapangan dengan menyemprot barang-barang hingga menyiram air ke dalam toko.

Bahkan, anggota Satpol PP melakukan penganiayaan terhadap masyarakat saat menemukan adanya toko plastik buka.

“Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas tindakan aparat yang tidak sepantasnya. Insya Allah, tidak ada lagi pelakuan arogan petugas di lapangan dengan menyiram toko-toko dan bahkan melakukan penganiayaan. Itu sudah kita larang,” katanya.

Baca juga: Warga di Makassar Tawuran pada Masa PSBB, Dua Orang Jadi Korban

Nurdin mengungkapkan, petugas di lapangan yang menerapkan aturan PSBB harus lebih humanis dan persuasif.

Dengan begitu, masyarakat secara tidak langsung diberikan edukasi tentang aturan-aturan PSBB dan bagaimana cara memutus mata rantai penyebaran virus.

“Kalau ada yang ditemukan melakukan pelanggaran, ya petugas harusnya turun dari mobil dan melakukan persuasif kepada masyarakat. Jangan asal langsung siram saja toko-toko, di mana barang-barang masyarakat rusak atau main pukul saja,” tuturnya.  

Baca juga: Pasien Sembuh Terbanyak, Gubernur Optimistis Sulsel Provinsi Pertama yang Deklarasi Bebas Covid-19

Nurdin Abdullah menegaskan, usaha-usaha dan aktivitas masyarakat tetap harus berjalan selama PSBB diterapkan.

Asalkan tetap para protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan sering mencuci tangan menggunakan sabun.  

“Kalau tetap ada aktivitas di dalam tanpa membuka toko, ya tidak apa-apa asalkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, gunakan masker. Masyarakat beraktivitas di dalam toko yang tertutup, malah disemprot,” katanya.

Nurdin Abdullah menambahkan, pemerintah harusnya berpikir di tengah pandemi dengan penerapan PSBB, bagaimana perekonomian tetap harus berjalan.

“Yang pasti, PSBB ini tidak tutup jalan dan sebagainya. Makanya saya minta Pak Pejabat Wali Kota Makassar mengundang semua pengusaha-pengusaha yang punya karyawan. Tugas pemerintah sekarang, selamatkan usaha-usaha yang mau bangkrut,” tambahnya.  



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov NTT Bantu Tracing 10.000 Warga Kota Kupang

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov NTT Bantu Tracing 10.000 Warga Kota Kupang

Regional
Danrem 162/WB dan Kadinkes Mataram Tak Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Ini Alasannya

Danrem 162/WB dan Kadinkes Mataram Tak Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Ini Alasannya

Regional
Vaksinasi Baru Jalan 0,13 Persen, Kabupaten Brebes Diminta Kejar Target

Vaksinasi Baru Jalan 0,13 Persen, Kabupaten Brebes Diminta Kejar Target

Regional
Hujan-hujanan di Dekat Telaga, 3 Remaja Putri Tewas Tenggelam

Hujan-hujanan di Dekat Telaga, 3 Remaja Putri Tewas Tenggelam

Regional
Polsek Sungai Pagu Diserang 200 Orang, gara-gara DPO Kasus Judi Tewas Ditembak Polisi

Polsek Sungai Pagu Diserang 200 Orang, gara-gara DPO Kasus Judi Tewas Ditembak Polisi

Regional
Hujan Deras, Air Meluap dari Proyek Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga, Jalan dan Sawah Tergenang

Hujan Deras, Air Meluap dari Proyek Bandara Jenderal Sudirman Purbalingga, Jalan dan Sawah Tergenang

Regional
Pemuda Ini Gunakan Uang Bansos Prakerja Untuk Beli Ribuan Pil Koplo

Pemuda Ini Gunakan Uang Bansos Prakerja Untuk Beli Ribuan Pil Koplo

Regional
Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Wali Kota Madiun: Baik-baik Saja, yang Ada Hanya Senang

Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Wali Kota Madiun: Baik-baik Saja, yang Ada Hanya Senang

Regional
6 Lagi Pekerja Terjebak di Lubang Galian Tambang Ditemukan Meninggal,Tubuhnya Bengkak

6 Lagi Pekerja Terjebak di Lubang Galian Tambang Ditemukan Meninggal,Tubuhnya Bengkak

Regional
Seorang Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah di Labuan Bajo Dijerat Pasal Pencucian Uang

Seorang Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tanah di Labuan Bajo Dijerat Pasal Pencucian Uang

Regional
Waspada Angin Kencang di Jateng Selatan 2 Hari ke Depan, Kecepatan hingga 61 Km/Jam

Waspada Angin Kencang di Jateng Selatan 2 Hari ke Depan, Kecepatan hingga 61 Km/Jam

Regional
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Pajak Reklame 2 ASN Bakeuda Kota Tegal

Regional
Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Regional
Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X