Mereka yang "Ambyar" Setelah The Godfather of Broken Heart Didi Kempot Berpulang...

Kompas.com - 06/05/2020, 12:00 WIB
Didi Kepot tampil di acara Kemendikbud yaitu Pekan Kebudayaan Nasional, Oktober 2019. Dok. Dokumentasi PKN 2019, Ditjen Kebudayaan KemendikbudDidi Kepot tampil di acara Kemendikbud yaitu Pekan Kebudayaan Nasional, Oktober 2019.

KOMPAS.com - "mak bedunduk mak pethungul, virus corona nengngopo kowe njedhul, (mak bedunduk) (mak pethungul) ojo cedhak-cedhak awas ojo podho ngumpul"

Bait lagu di atas diambil dari karya terakhir Didi Kempot yang berjudul "Ojo Mudik".

Melalui lagu itu, mendiang maestro campursari tersebut ingin mengajak masyarakat untuk tidak mudik saat wabah corona masih melanda. 

Memang, lagu tersebut tak mendayukan suasana patah hati, namun cerita di balik lagu itu mengungkapkan kepedulian sosok Sang Maestro kepada masyarakat yang tengah merana karena wabah corona.

Baca juga: Ribuan Sobat Ambyar Mengantar Didi Kempot ke Peristirahatan Terakhir

Sejumlah cerita dan kenangan terungkap setelah Didi Kempot berpulang. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jasmani, asisten pribadi almarhum penyanyi Didi Kempot mengisahkan, The Godfather of Broken Heart sempat mengeluhkan sesak napas sebelum menghembuskan nafas terakhir.

"Dadanya terasa sesak katanya," kata Jasmani, dilansir dari Tribunnews, Selasa (5/5/2020) pagi.

Setelah itu, Jasmani dan beberapa orang segera membawa pria yang bernama asli Dionisius Prasetyo ke Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Jawa Tengah.

"Langsung dibawa ke rumah sakit, kita jalan pukul 07.15 WIB," terang dia.

Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, Didi Kempot dinyatakan meninggal pukul 07.45 WIB.

Baca juga: Bagikan Uang dan Mi Naik Porsche, Apa Kata Crazy Rich Surabaya soal YouTuber Ferdian Paleka?

Sang maestro Campursari itu pun meninggal dalam usia 53 tahun karena mengalami henti jantung. 

"Kondisi tidak sadar, henti napas, henti jantung," kata dokter Divan Fernandez, dikutip dari Kompas TV, Selasa (5/5/2020).

Dokter yang menangani Didi Kempot tersebut, menyatakan, hanya sempat merawat Didi selama 20 menit sejak dilarikan ke rumah sakit pukul 07.25.

Sementara itu, kakak kandung Didi Kempot, Lilik, mengatakan, adiknya sempat mengeluhkan sakit dan terasa panas.

"Semalam sedang mendengarkan lagu, terus bilang, ini kok panas. Nunggu di hotel dulu. Setelah satu jam, pulang, ke dokter dulu," kata Lilik menceritakan saat-saat terakhir bersama adiknya.

Penyesalan Kaesang

Kaesang Pangarep putra Presiden Jokowi mengambil swafoto bersama pengunjung Mal Botani Square, Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/12/2019). Jokowi datang bersama anaknya Kaesang Pangarep saat berkunjung ke mal.KOMPAS.com/M ZAENUDDIN Kaesang Pangarep putra Presiden Jokowi mengambil swafoto bersama pengunjung Mal Botani Square, Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/12/2019). Jokowi datang bersama anaknya Kaesang Pangarep saat berkunjung ke mal.

Kepergian Didi Kempot membuat putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, menyesal dirinya pernah tak sempat memenuhi permintaan video call almarhum.

Kaesang lalu menceritakan, komunikasinya dengan Lord Didi terjalin karena ia sempat meminta izin membuat kaos dengan gambar yang terinspirasi dari Didi Kempot.

"Salah satu penyesalan waktu itu adalah diajakin video call dengan beliau, tetapi karena kesibukan dengan tugas dan ujian kuliah, saya belum bisa," kicau Kaesang dalam akun Twitter-nya, Selasa (5/5/2020).

Tak bisa tidur

ardha-didi-kempottttt ardha-didi-kempottttt

Duka mendalam juga dirasakan seorang bocah tunanetra bernama Ardha Krisna Pratama.

Bocah asal RT 34/RW 10, Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diketahui pernah diajak berduet dengan Didi Kempot.

"Tadi malam saya sempat cemas, tidak bisa tidur, rasanya pengen gerak ke mana-mana," kata Ardha, Selasa (5/5/2020).

Ardha yang sebelumnya sempat diajak duet dan dilibatkan dalam proses rekaman oleh Didi Kempot itu merasa sangat kehilangan dengan adanya kabar duka tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X