Bunuh dan Cor PNS Kementerian PU, 2 Pria Dituntut Penjara Seumur Hidup

Kompas.com - 05/05/2020, 20:18 WIB
Penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel menggelar rekontruksi pembunuhan PNS Kementerian PU Apriyanita di TPU Kandang Kawat, Palembang. Pelaku utama yakni Yudi Tama Redianto memperagakan 63 adegan sebelum menghabisi nyawa korban, Senin (2/12/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAPenyidik Ditreskrimum Polda Sumsel menggelar rekontruksi pembunuhan PNS Kementerian PU Apriyanita di TPU Kandang Kawat, Palembang. Pelaku utama yakni Yudi Tama Redianto memperagakan 63 adegan sebelum menghabisi nyawa korban, Senin (2/12/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Dua terdakwa kasus pembunuhan sadis PNS Kementerian PU Apriyanita, yakni Mgs Yudi Thama Redianto (41) dan Ilyas Kurniawan (26) dituntut dengan hukuman penjara seumur hidup.

Hal itu diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Murni dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Selasa (5/5/2020).

Murni mengatakan, perbuatan kedua terdakwa terbilang sadis dan terbukti melanggar pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP lantaran telah merencanakan pembunuhan Apriyanita. 

Baca juga: Kasus Pembunuhan PNS Kementerian PU yang Dibunuh dan Dicor, Polisi Sebar Foto 2 Tersangka Buron ke Semua Polda

Bahkan, setelah korban dibunuh, jasad Apriyanita itu sempat dicor oleh Ichnaton Novari alias Novi (DPO) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandang kawat, Palembang untuk menghilangkan jejak.

"Menuntut kedua terdakwa agar majelis hakim menjatuhkan pidana masing-masing dengan  penjara seumur hidup. Hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa sangat kejam," kata Murni dalam dakwaannya.

Dalam dakwaannya, Murni menjabarkan, kasus itu bermula saat terdakwa Mgs Yudhi Tama Redianto menipu korban dengan modus ingin berbisnis jual beli mobil bekas hasil lelang senilai Rp 145 juta pada Agustus 2019 lalu.

Kemudian, korban pun tertarik dan mengikuti bisnis tersebut hingga akhirnya memberikan uang yang diminta terdakwa untuk membeli mobil.

Namun, semenjak uang itu diberikan, mobil yang dijanjikan Yudi ternyata tak kunjung datang.

Sementara, uang milik korban telah digunakan terdakwa Yudi untuk berfoya-foya.

Korban yang merasa telah ditipu meminta kepada Yudi agar uangnya dikembalikan. Merasa terdesak, Yudi pun menemui tersangka Novi (DPO) untuk merencanakan membunuh korban.

Selanjutnya pada (8/9/2019) terdakwa menjemput korban di kantornya dengan menggunakan mobil.

Di dalam perjalanan, terdakwa juga memberikannya minuman yang telah bercampur obat tetes mata. 

Dalam keadaan lemas usai meminum air bercampur obat tetes mata tersebut, Yudi membawa korban berkeliling dan menjemput terdakwa Ilyas.

Di sana, Ilyas berperan menjerat leher korban dengan tali plastik hingga tewas.

Setelah itu, jenazah itu dibawa ke TPU Kandang Kawat Palembang, untuk dikubur.

Tersangka Novi dan Amir (DPO) pun mengecor jenazah korban dengan semen untuk menghilangkan jejak.

Jumat (25/10/2019), jenazah Apriyanita berhasil ditemukan petugas setelah Yudi mengaku ke polisi jika telah membunuh korban.

"Terdakwa telah merencanakan pembunuhan ini secara matang, di mana antara terdakwa dan korban telah saling kenal," ujar JPU.

Usai mendengar tuntutan tersebut, penasihat hukum terdakwa, Dwi Wijayanti meminta waktu satu pekan untuk menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi.

Kronologi pembunuhan

Diberitakan sebelumnya, jenazah Aprianita ditemukan tewas dicor setelah pelaku utama Yudi Tama Redianto (50) ditangkap.

Dari keterangan tersangka, polisi sempat melakukan penggalian selama tiga hari dibeberapa lokasi berbeda. Setelah lima kali penggalian di TPU Kandang Kawat, polisi akhirnya berhasil menemukan jenazah korban, pada Jumat (25/10/2019).

Baca juga: Kasus Pembunuhan PNS Kementerian PU yang Dibunuh dan Dicor, Polisi Sebar Foto 2 Tersangka Buron ke Semua Polda

Hasil pemeriksaan, motif Yudi membunuh korban dilatar belakangi utang sebesar Rp 145 Juta.

Di mana korban ditipu oleh tersangka untuk pembelian satu unit mobil jenis Toyota Kijang Innova tahun 2016 di Jakarta.

Merasa kesal ditagih, Yudi akhirya membunuh korban secara sadis. Ia pun menyewa Ilyas yang telah ditangkap untuk menjerat leher Aprianita hingga tewas, setelah sebelumnya lebih dulu diberikan minuman bercampur obat tetes mata.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal'

"Saya dan Istri Langsung Syok, Ternyata Anak Kami Satu-satunya Sudah Meninggal"

Regional
Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Regional
Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Regional
Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Regional
Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Regional
Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Regional
Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Regional
469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Regional
Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X