Kompas.com - 05/05/2020, 20:03 WIB
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi saat mengumpulkan pemulung di Tajug Gede Cilodong, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020). handoutAnggota DPR RI Dedi Mulyadi saat mengumpulkan pemulung di Tajug Gede Cilodong, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).

KOMPAS.com - Akibat pandemi Covid-19, banyak pedagang di Purwakarta beralih profesi menjadi pemulung.

Mereka terpaksa memulung karena dagangan tak laku atau tidak bisa berjualan akibat pembatasan sosial skala besar.

Fenomena itu terungkap saat sekitar 100 pemulung dikumpulkan oleh anggota DPR RI Dedi Mulyadi di Tajug Gede Cilodong, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).

Dedi mengatakan, kegiatan ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, ia juga mengumpulkan 200 pemulung di masjid besar itu sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19.

"Mereka itu banyak profesi sebelmnya bukan pemulung. Mereka menjadi pemulung karena terpaksa, tidak ada pilihan. Sebelumnya mereka pedagang kopi dan pedagang makanan," kata Dedi melalui sambungan telepon, Selasa.

Baca juga: Dedi Mulyadi Suruh Pulang 200 Pemulung dan Jamin Biaya Hidup Mereka

Menurutnya, mereka menjadi pemulung setelah pandemi corona melanda Indonesia.

Para pemulung ini kebanyakan dari luar seperti Bogor, Ciamis, Cianjur, dan Cirebon. Mereka sebelumnya sudah menjadi pedagang di purwakarta dan tinggal di rumah kontrakan dengan biaya rata-rata Rp 500.000 per bulan.

"Namun setelah corona pecah dan ada aturan jaga jarak fisik dan pembatasan sosial, jualan mereka tidak laku. Akhirnya mereka menjadi pemulung demi menutupi kebutuhan dan bayar kontrakan. Mereka terjebak dalam situasi," katanya.

Karena menjadi pemulung, mereka pun berkeliaran dan rawan terkena atau menyebarkan wabah corona. Dedi pun mengumpulkan mereka untuk diberi arahan agar tinggal di rumah.

"Mereka istrihat dulu satu bulan pertama, bulan kedua dikumpulkan lagi. Yang penting mereka istrihat di rumah. Kebutuhan hidup mereka kami bantu," kata wakil ketua Komisi IV ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X