Bukannya Karantina, ODP di Purbalingga Ini Justru Pesta Miras

Kompas.com - 05/05/2020, 15:20 WIB
Polisi menggelandang dua pemuda yang kedapatan tengah melakukan pesta minuman keras (miras) di sebuah gudang penggilingan padi wilayah Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (4/5/2020) malam. KOMPAS.COM/Dok Humas Polres PurbalinggaPolisi menggelandang dua pemuda yang kedapatan tengah melakukan pesta minuman keras (miras) di sebuah gudang penggilingan padi wilayah Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (4/5/2020) malam.

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Polisi menggelandang dua pemuda yang kedapatan tengah melakukan pesta minuman keras (miras) di sebuah gudang penggilingan padi wilayah Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (4/5/2020) malam.

Kapolsek Bukateja AKP Agus Triyono mengatakan, dua pemuda yang diamankan yakni YS (17) dan RS (17), warga Desa Karangnangka.

Dari keduanya diamankan barang bukti berupa miras jenis anggur.

“Salah satu pemuda yang kami amankan merupakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. Hal itu diketahui dari gelang identitas yang dipakainya. Pada gelang tertulis tanggal masa karantina mandiri sejak 24 April 2020 hingga 8 Mei 2020,” kata Agus melalui rilis tertulis, Selasa (5/5/2020).

Baca juga: Pemudik Purbalingga Wajib Transit di Tempat Karantina Desa Selama 14 Hari Sebelum Pulang

Mendapati ada ODP keluyuran, petugas langsung menggelandang keduanya ke Mapolsek.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, YS pulang dari Jakarta pada tanggal 24 April 2020.

Ia sudah memeriksakan diri ke puskesmas dan dipasang gelang identitas ODP.

Bukannya menaati aturan untuk karantina, YS justru pesta miras bersama temannya di gudang kosong.

“Keduanya sudah diamankan, kami berikan teguran dan mereka membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya,” ujarnya.

Baca juga: Warga Purbalingga yang Mudik Akan Dikarantina di Tengah Hutan Pinus

Khusus untuk ODP, dirinya memberikan peringatan keras agar tidak keluar rumah sampai masa karantina mandiri berakhir.

Hal tersebut penting untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Karena kita tidak tahu secara pasti, mungkin mereka masuk kategori orang tanpa gejala, jadi tetap patuhi aturan untuk kebaikan bersama,” terangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.