PSBB di Kota Tasikmalaya, 9 Pasar Tetap Buka dengan Pembatasan Waktu

Kompas.com - 04/05/2020, 23:09 WIB
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman didampingi Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf saat berada di kantornya, Minggu (19/4/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAWali Kota Tasikmalaya Budi Budiman didampingi Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf saat berada di kantornya, Minggu (19/4/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman memastikan 9 pasar rakyat atau tradisional di wilayahnya masih tetap akan dibuka tetapi waktunya dibatasi selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Aturan itu berlaku pula untuk Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya. Transaksi jual beli di pasar induk Kota Tasikmalaya itu dimulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB setiap hari.

"Kalau khusus pasar malam di Pasar Induk Cikurubuk biasanya buka itu selama 24 jam. Nah, untuk masa PSBB selama dua pekan nanti mulai beroperasi sejak pukul 7 malam sampai 11 malam," jelas Budi kepada wartawan di kantornya, Senin (4/5/2020).

Baca juga: 7 Pembatasan Sosial di Kota Tasikmalaya Diterapkan Mulai 6 Mei, Apa Saja?

Menurut Budi, pembatasan fasilitas umum yang dikecualikan untuk salah satunya pasar rakyat sesuai perintah dari Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto yang meminta pasar rakyat tetap beroperasi.

Apalagi, selama ini warga sangat membutuhkan bahan pokok di bulan Ramadhan untuk menjalankan ibadah puasa.

"Selama PSBB dua pekan nanti, fasilitas umum ditutup kecuali untuk memenuhi kebutuhan pokok, penyediaan atau pengiriman barang," tanbah Budi.

Sedangkan bagi 9 pasar yang buka reguler, lanjut Budi, akan dibuka mulai pukul 04.00 WIB dini hari hingga pukul 19.00 WIB selama masa PSBB.

Khusus untuk minimarket, supermarket dan pusat perberlanjaan modern bisa buka mulai pukul 10.00 WIB pagi sampai pukul 18.00 WIB sore setiap hari selama dua pekan.

"Saya minta kepada masyarakat untuk mengutamakan pesanan barang dengan jarak atau pelayanan antar atau sistem online. Mari kita bersama-sama ikut jaga stabilitas ekonomi dan tidak menaikkan harga barang selama masa PSBB," ujar Budi.

Budi mengaku pihaknya telah menetapkan 7 pembatasan sosial selama berlakunya PSBB dari tanggal 6 sampai 19 Mei 2020.

Budi mengingatkan masyarakat jika tak mematuhi aturan selama PSBB akan dikenai sanksi, mulai teguran sampai pencabutan izin usaha.

"Terkait dengan rencana PSBB di Kota Tasikmalaya merupakan tindak lanjut persetujuan pengajuan PSBB Pemprov Jabar oleh Kemenkes, PSBB serentak se-Jabar ini akan dilaksanakan efektif 14 hari dari tanggal 6 sampai 19 Mei 2020. Sebanyak 7 pembatasan sosial kita terapkan," jelas Budi.

Baca juga: Kota Tasikmalaya Hanya Terapkan PSBB di 3 Kecamatan

Budi menambahkan, 7 pembatasan sosial selama PSBB itu adalah diliburkannya sekolah atau lembaga pendidikan, penghentian aktifitas kerja dengan pengecualian beberapa kategori, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan di fasilitas umum, pembatasan jam operasional pasar tradisional atau pasar rakyat, penghentian transportasi umum kecuali barang pokok dan terakhir penerapan jam malam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

2 Warga Sumsel Bawa 171 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Sungai

Regional
Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Lagi, Anak Gugat Ibu Kandung, Tuntut Tanah yang Diklaim Hasil Selama Jadi TKW

Regional
Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Bakamla RI Menangkap 2 Kapal Tanker Berbendera Asing

Regional
Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Heboh Dentuman Misterius di Bali, Kesaksian Nelayan, Sinyal 20 Detik hingga Benda Bersinar di Langit

Regional
Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh, Tersisa 112 Orang

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Polisi Tangkap Pria yang Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Pelaku Sakit Hati Tak Dibayar

Regional
Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Kota Tegal Terima 4.000 Dosis Vaksin Sinovac, 10 Pejabat Bakal Disuntik

Regional
Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Polres Toraja Utara Ungkap Penipuan Jual Beli Rumah Senilai Rp 91 Juta

Regional
Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Positif Covid-19 Meski Sempat Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Minta Didoakan Sembuh

Regional
Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Sulut Dua Kali Pecah Rekor Tambahan Kasus Covid-19 dalam Seminggu

Regional
Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, Kota Pangkalpinang Kembali Terendam Banjir

Regional
Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Sedang Mandi di Laut, Wisatawan Pantai Jayanti Cianjur Hilang Ditelan Ombak

Regional
Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Korban Kebakaran UPT Logam Purbalingga Tewas di Toilet, Tim Labfor Temukan BBM

Regional
Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Begal Sadis yang Aniaya Penjual Nasi Kuning di Makassar Ditembak Polisi

Regional
Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Video Viral Nenek 80 Tahun Hidup Sendirian Tidak Terurus, Undang Simpati Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X