Cerita Anggota DPRD Sumut Sembuh dari Covid-19: Jika Kena, Jangan Sampai Berkecil Hati...

Kompas.com - 04/05/2020, 06:23 WIB
Juru Bicara GTPP Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah konferensi video secara live dengan Muhammad Aulia Rizki Aqsa, Jumat (1/5/2020) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutJuru Bicara GTPP Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah konferensi video secara live dengan Muhammad Aulia Rizki Aqsa, Jumat (1/5/2020)

MEDAN, KOMPAS.com - Muhammad Aulia Rizki Aqsa adalah pasien positif Covid-19 tanpa gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dinyatakan sembuh pada 4 April 2020 lalu.

Anggota DPRD Sumut termuda ini pulih setelah menjalani isolasi dan perawatan selama 21 hari di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Kota Medan.

Dipandu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah, lewat konferensi video secara live dari media center GTPP di kantor gubernur, laki-laki yang biasa dipanggil Mara ini menceritakan pengalamannya melawan sakit yang menjadi momok saat ini. 

Mulanya, dia menduga dari kunjungan kerja Komisi D DPRD Sumut ke Provinsi Sulawesi Utara. Sebelum kembali ke Medan, sepulang dari Manado dirinya transit di Jakarta.

Baca juga: Cerita Petugas Makam Dilewati Mayat Hanyut Saat Longsor di TPU Cikutra: Jasadnya Lewat Gitu Aja di Sebelah Saya

Dua hari tak sembuh, bukan masuk angin biasa

Sampai di rumah, Aulia merasa tidak enak badan namun dia mengira hanya masuk angin lalu beristirahat.

Saat masuk hari kerja, rasa tak enak badannya tak kunjung hilang, ia langsung berinisiatif mendatangi RSUP HAM Medan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya feeling, ini bukan masuk angin. Biasanya kalau masuk angin, istirahat sehari selesai, ini dua hari tak hilang. Saya langsung minta diisolasi mengingat riwayat perjalanan yang tidak hanya Manado dan Jakarta, saya juga ke Bali dan Lombok," tuturnya.

Seminggu diisolasi, akhirnya dia dinyatakan positif Covid-19 terkonfirmasi.

Baca juga: Cerita Pemudik Sembunyi di Mobil yang Diangkut Truk Towing di Semarang

Berolahraga dan makan makanan bergizi

 

Selanjutnya menjalani karantina panjang selama 14 hari tanpa alat bantu dan infus karena memang tidak merasakan gejala apapun.

Dia menghabiskan waktu seperti kesehariannya, pagi berolahraga, istirahat, bermain ponsel, makan makanan bergizi.

"Aktivitas biasa, saya tidak ada sesak napas, penyakit bawaan, tidak merokok," katanya. 

"Covid-19 bukan penyakit yang harus kita takuti seandainya kita terkena.  Tetap yakin karena dengan keyakinan imunitas kita semakin baik." 

Begitu dinyatakan positif Covid-19, ayah Aulia langsung memberikan informasi dan meminta semua orang yang melakukan kontak fisik dengan anaknya agar melakukan isolasi mandiri.

Inisiatif sang ayah memberi Aulia pelajaran berarti tentang kesabaran, cinta kasih keluarga, dan menjadikannya lebih dekat kepada Tuhan, hingga sukses menjalani perawatan. 

Baca juga: Mulai 4 Mei, Warga Tak Pakai Masker di Medan KTP-nya Akan Disita

 

Jangan takut atau malu periksa jika demam

Aulia berpesan agar tidak takut dan malu untuk memeriksakan diri jika menemukan gejala sesak nafas atau demam.

Masyarakat juga harus membantu dengan tidak memberikan stigma dan mengucilkan. Para jiran tetangga dan orang-orang terdekat harus memberikan semangat orang-orang yang dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun OTG.

"Jangan sampai mereka berkecil hati... Masyarakat yang teredukasi tidak akan menstigmatisasi orang-orang terinfeksi atau yang sudah sembuh. Kita lihat di media-media sosial banyak tersebar informasi bohong dan provokatif, ini salah," kata Aulia.

Baca juga: Karyawan Pabrik Sampoerna Surabaya Tak Jujur dan Tetap Bekerja, Rupanya Terinfeksi Covid-19, Ratusan Pegawai Diisolasi

Ajak warga jujur agar tak menulari orang lain

Begitu kembali ke rumah usai karantina rumah sakit, Aulia disambut positif karena jujur mau memeriksakan diri dan tidak menularkan ke siapapun.

Ada yang saat bertemu dengannya mengucapkan terima kasih. Kuncinya adalah kejujuran sebab tidak sedikit tenaga kesehatan yang menjadi korban karena tidak jujuran dengan kondisi kesehatannya.

Sebagai penutup, dia memuji kinerja GTPP Covid-19 Sumut dan mendukung alokasi dana sebesar Rp 1,5 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumut.

Baca juga: Wawancara Khusus: Buka-bukaan Ridwan Kamil Soal Penanganan Covid-19 di Jabar

 

Usulkan PSBB

Kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Aulia meminta agar mempertimbangkan diberlakukannya isolasi wilayah seperti PSBB. 

Hal itu sebagai langkah pencegahan karena penularan virus corona begitu cepat.

Kepada masyarakat, Aulia berpesan agar kooperatif dengan protokol yang berlaku. 

Yakni dengan tidak berkerumun, memeriksakan diri setelah melakukan riwayat perjalan atau jika kontak dengan PDP terkonfirmasi, jaga jarak, jaga kebersihan dan kesehatan.

Baca juga: Masih Kumpul di Warung Kopi Saat PSBB Surabaya, 6 Orang Reaktif Rapid Test Corona

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X