Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karantina Diri, Menginap di Tenda di Tengah Hutan Pinus Wisata Purbalingga

Kompas.com - 03/05/2020, 14:04 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Pemerintah Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah menyulap hutan pinus di kompleks wisata Lembah Asri Serang menjadi tempat karantina bagi para pemudik selama pandemi Covid-19.

Desa Serang merupakan desa wisata dengan primadona kawasan Lembah Asri Serang.

Letaknya yang berada di kaki Gunung Slamet, membuat udara di kawasan tersebut sangat sejuk.

Baca juga: Warga Purbalingga yang Mudik Akan Dikarantina di Tengah Hutan Pinus

Sebelum pandemi Covid-19. lokasi tersebut adalah tempat wisata dengan fasilitas petik stroberi, kolam renang, wisata berkuda dan bermacam permainan outbound yang dikelola oleh BUMDes.

Tidak tanggung-tanggung. Pendapatan asli desa (PADes) yang diperoleh Desa Serang tahun 2019 sekitar 3,4 miliar dari sektor wisata.

Selama pandemi corona, obyek wisata tersebut ditutup dan 30 pegawai dirumahkan. Sedangkan 160 pedagang mengosongkan lapaknya.

Sedangkan untuk pegawai BUMDes tetap digaji 50 persen sampai pandemi corona berakhir.

Baca juga: Polisi di Purbalingga Berlatih Makamkan Jenazah Pasien Corona

100 tenda dengan fasilitas lengkap

Pemerintah Desa (Pemdes) Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah menyiapkan tenda karantina bagi pemudik di tengah hutan pinus kompleks wisata Lembah Asri Serang, Kamis (30/4/2020).KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMI Pemerintah Desa (Pemdes) Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah menyiapkan tenda karantina bagi pemudik di tengah hutan pinus kompleks wisata Lembah Asri Serang, Kamis (30/4/2020).
Di wisata hutan pinus tersebut didirikan tenda untuk para warga Purbalingga yang mudik di tengah pandemi Covid-19.

Meskipun di tengah hutan, di lokasi tersebut disediakan fasilitas yang layak dan memadai.

Di dalam tenda disediakan kasur, selimut, dan bantal. Fasilitas listrik dan lampu penerangan juga tersedia termasuk fasilitas MCK yang permanen.

“Kami konsep senyaman mungkin karena mereka (pemudik) juga warga asli desa ini, semua fasilitas lengkap, di dalam tenda ada kasur, selimut, bantal, pokoknya lebih nyaman dari camping biasa,” kata Kepala Desa Serang, Sugito kepada Kompas.com, Jumat (1/5/2020).

Baca juga: Pemudik Purbalingga Wajib Transit di Tempat Karantina Desa Selama 14 Hari Sebelum Pulang

Selain itu para pemudik yang menggunakan fasilitas tersebut juga mendapatkan minum dan makan tiga kali sehari selama dua pekan.

Saat ini ada 100 tenda yang telah disiapkan untuk para pemudik yang karantina di hutan pinus.

Tenda-tenda tersebut sebagai bentuk antisipasi jika jumlah pemudik yang pulang ke Desa Serang meningkat drastis jelang lebaran

Namun sudah ada dua pemudik yang menginap di lokasi tersebut.

Baca juga: Hotel Owabong di Purbalingga Sediakan Akomodasi dan Fasilitas Gratis untuk Tenaga Medis

Salah satunya adalah Arifin (23) warga Desa Serang yang sebelumnya bekerja di Jakarta Barat yang sudah 10 hari menginap di lokasi tersebut..

Ia datang ke lokasi tersebut atas keinginannya sendiri untuk menjaga kesehatan keluarganya di rumah.

“Ya saya disini atas keinginan sendiri, untuk menjaga keluarga di rumah, takutnya saya pulang membawa virus. Tapi selebihnya ya karena saya memang suka dengan suasana alam jadi betah,” katanya saat ditemui di lokasi.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: M Iqbal Fahmi | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com