Dari Rusia, Bertahan Hidup dengan Bermain Musik di Indonesia di Tengah Pandemi Corona

Kompas.com - 03/05/2020, 08:28 WIB
Pasangan WNA Rusia Mikhail Bondarek (29) dan Ekaterina (29) menunjukkan repro lukisan Ekaterina di Rusia yang mengunakan Kanvas dan acrilic. Termaauk puluhan lukisannya kecilnya di kertas. Ekaterina adalah perupa dati Rusia. FITRI RPasangan WNA Rusia Mikhail Bondarek (29) dan Ekaterina (29) menunjukkan repro lukisan Ekaterina di Rusia yang mengunakan Kanvas dan acrilic. Termaauk puluhan lukisannya kecilnya di kertas. Ekaterina adalah perupa dati Rusia.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pasangan suami istri asal Rusia tiba-tiba menjadi perbincangan setelah videonya mengamaen dengan alat musik accordion di Pasar Tradisional Kebon Roek, Mataram, Nusa Tenggara Barat viral di media sosial.

Pasangan suami istri itu adalah Mikhail (29) dan Ekateria (28). Saat mengamen, sang istri menggendong bayinya bernama Serafima yang masih berusia 2 tahun.

Setelah video tersebut viral, petugas mencari pasangan suami istri tersebut dan membawa mereka ke kantor imigrasi.

Baca juga: Musisi Ini Ajak Suami Istri Asal Rusia yang Videonya Viral Ngamen Bawa Bayi Berduet

Suami istri tersebut kemudian mengendarai motor ke kantor Imigrasi, sedangkan petugas mengikuti dengan menaiki mobil.

Motor mereka telah dimodifikasi dan dipenuhi dengan pakaian, sayuran, dan kelapa muda.

Mereka berdua tak menggunakan alas kaki dan sang bayi berambut pirang tertidur di gendongan ibunya.

Saat tiba di kantor imigrasi, petugas langsung memeriksa kelengkapan dokumen keluarga asal Rusia tersebut.

Baca juga: Mengenal Pasangan Bule Rusia yang Ngamen Bawa Bayi di Lombok, Mengaku Seniman hingga Tak Gunakan Alas Kaki

Hasilnya dokumen mereka lengkap dan tak ada masalah dengan waktu izin tinggal mereka.

Kesalahan mereka adalah mengamen dan bermain musik untuk mencari uang.

Namun berdasarkan dokumen keimigrasian, batas waktu izin tinggal mereka hingga akhir April 2020.

Kepada petugas, mereka bercerita terpaksa mengamen untuk kebutuhan hidup di tengah pandemi Covid-19 karena tidak bisa kembali ke negaranya.

"Mereka mengemis, ngamen, dan dapat uang dari warga yang kasihan. Uangnya mereka pakai membeli kebutuhan makan. Kami dapat laporan dan langsung melacak keberadaan mereka," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPA Mataram Syahrifullah saat ditemui Kompas.com di kantornya, Kamis (30/4/2020).

Baca juga: Mengenal Pasangan Bule Rusia yang Ngamen Bawa Bayi di Lombok, Mengaku Seniman hingga Tak Gunakan Alas Kaki

Bertahan dengan bermain bermusik di Indonesia

WNA Rusia, Ekaterina (28) dan anaknya tengah menikmati kelapa muda yang segar di kantor Imigrasi Kelas I TPA Mataram, Sabtu (2/5/2020).FITRI R WNA Rusia, Ekaterina (28) dan anaknya tengah menikmati kelapa muda yang segar di kantor Imigrasi Kelas I TPA Mataram, Sabtu (2/5/2020).
Sang kepala rumah tangga, Mikhail bercerita mereka sempat ke di Malayasia sebelum memutuskan terbang ke Indonesia.

Awalnya mereka hanya berencana dua hari di Indonesia dan kembali ke Rusia melalui Malaysia.

Namun karena Malaysia memberlakukan lockdown, mereka pun berencana pulang lewat Bali melalui NTB.

"Sebelumnya kami berada di Malaysia, kemudian kami terbang ke Indonesia. Rencananya, kami hanya dua hari berada di Indonesia dan akan kembali ke Malaysia. Tetapi, karena Malaysia lockdown, kami memutuskan ke Bali (lewat NTB)," ujar Mikhail dalam bahasa Inggris yang tidak begitu lancar.

Baca juga: Suami Istri Asal Rusia yang Videonya Viral Ngamen Bawa Bayi Segera Dideportasi

Namun karena biaya hidupnya semakin menipis, ia pun mengamen untuk membeli makanan.

Akhirnya, Mikhail dan istri memutuskan untuk mengamen, menerima pemberian orang yang menikmati musiknya untuk membeli makan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban'

"Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban"

Regional
Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Regional
Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Regional
Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Regional
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Regional
Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Regional
Video 'Hancurkan Risma' Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Video "Hancurkan Risma" Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Regional
Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat 'Most Engaging' Pemprov

Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat "Most Engaging" Pemprov

Regional
Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Regional
Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Regional
Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Regional
Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X