Perjuangan Guru Honorer di Tengah Wabah, Datangi Rumah Setiap Siswa hingga Jadi Penambal Ban

Kompas.com - 02/05/2020, 16:44 WIB
Sigit Pramugiono (37) guru honorer SD Negeri 1 Karagreja, Purbalingga, Jawa Tengah mengunjungi satu-persatu rumah siswanya selama belajar di rumah akibat pandemi Covid-19, Kamis (30/4/2020). KOMPAS.COM/Dok. FHPTKSigit Pramugiono (37) guru honorer SD Negeri 1 Karagreja, Purbalingga, Jawa Tengah mengunjungi satu-persatu rumah siswanya selama belajar di rumah akibat pandemi Covid-19, Kamis (30/4/2020).

PURBALINGGA, KOMPAS.com- Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas kali ini benar-benar berbeda dari tahun sebelumnya.

Gelombang wabah virus corona (Covid-19) memaksa seluruh unsur pendidikan mulai dari hulu hingga hilir berubah dalam waktu yang relatif singkat.

Seruan belajar di rumah melalui pembelajaran daring faktanya tidak selalu berjalan ideal.

Peran guru dalam sistem pendidikan nasional terbukti masih sangat sentral.

Walhasil, eksistensi guru tidak serta-merta dapat digantikan oleh teknologi dan pendampingan wali murid semata.

Baca juga: Merayakan Hardiknas di Tengah Pandemi, Langkah Para Guru Demi Secercah Ilmu..

Pada momen Hardiknas, Minggu (2/5/2020), Kompas.com menyajikan potret perjuangan sejumlah guru honorer di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Potret kisah guru tersebut di antaranya ironi gaji guru honorer yang hanya Rp 450.000 per bulan, perjuangan kunjungan ke rumah siswa selama pandemi, hingga guru yang mencari tambahan penghasilan sebagai tukang tambal ban.

Sigit Pramugiono (37) guru honorer SD Negeri 1 Karagreja, Purbalingga, Jawa Tengah mengunjungi satu-persatu rumah siswanya selama belajar di rumah akibat pandemi Covid-19, Kamis (30/4/2020).KOMPAS.COM/Dok. FHPTK Sigit Pramugiono (37) guru honorer SD Negeri 1 Karagreja, Purbalingga, Jawa Tengah mengunjungi satu-persatu rumah siswanya selama belajar di rumah akibat pandemi Covid-19, Kamis (30/4/2020).

Datangi Setiap Rumah Siswa

Pagi buta, Sigit Pramugiono (37) sibuk berkemas di kamar tidurnya.

Sehimpun buku pegangan untuk mengajar dia tata dengan rapi di dalam tas. Selama pandemi, guru kelas 2 SD Negeri 1 Karangreja itu mengunjungi satu-persatu rumah siswanya.

“Saya rutin kunjungan setiap hari karena di desa tidak semua siswa punya fasilitas untuk pembelajaran online, dari 23 siswa yang pakai Whatsapp cuma 16 siswa, itu pun tidak semua aktif mengikuti pembelajaran,” katanya.

Sigit memulai kunjungan rutin setiap 09.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Baca juga: Cerita Guru Saat Mengajar di Perbatasan Selama Pandemi Covid-19

Pembelajaran dilakukan secara berkelompok dengan siswa yang rumahnya berdekatan.

Namun bagi siswa yang rumahnya terpencar jauh, Sigit tidak segan untuk memberikan bimbingan secara privat.

“Saya memutuskan kunjungan kelompok ini juga karena permintaan wali murid, tidak semua wali murid itu telaten mengajari anak di rumah, terutama pelajaran tentang calistung (baca, tulis dan hitung),” ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X