Kisah Para TKI yang Telantar dan Ingin Pulang

Kompas.com - 02/05/2020, 13:30 WIB
Sebanyak 72 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ditelantarkan di pinggir Sungai Ludam, Kabupaten Asahan pada Selasa (28/4/2020). Mereka ditinggalkan atau ditelantarkan begitu saja oleh kapal yang mengangkutnya dari Malaysia. Dok. Polres Tanjung BalaiSebanyak 72 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ditelantarkan di pinggir Sungai Ludam, Kabupaten Asahan pada Selasa (28/4/2020). Mereka ditinggalkan atau ditelantarkan begitu saja oleh kapal yang mengangkutnya dari Malaysia.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebanyak 13 tenaga kerja Indonesia (TKI) telantar di hutan bakau di Tanjung Sei Sembilang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan.

Mereka kemudian diselamatkan oleh polisi yang sedang patroli pada Jumat (1/5/2020).

Sekitar pukul 10.00 WIB, para petugas melihat belasan orang berkumpul di hutan bakau sambil membawa banyak barang.

Baca juga: Kisah 13 TKI Telantar di Hutan Bakau, Tak Saling Kenal, Terombang-ambing 4 Hari di Tengah Laut

Kepada petugas kepolisian, mereka mengaku ditipu tekong kapal yang berjanji akan membawa mereka pulang dari Malaysia ke Indonesia.

Kondisi mereka sangat memprihatinkan karena sudah dua hari dua malam tidak makan karena ditelantarkan.

Mariana (54), salah satu TKI yang telantar di hutan bakau itu, bercerita telah membayar sejumlah uang ke tekong kapal tersebut agar bisa dibantu diseberangkan dari Malaysia.

Namun, setiba di hutan bakau, mereka disuruh turun dan tak dijemput kembali oleh sang tekong kapal.

Baca juga: Kronologi Belasan TKI Ilegal Ditemukan Telantar di Hutan Bakau, 2 Hari Tidak Makan dan Ditipu Tekong Kapal

Mariana memilih pulang ke kampung halamannya karena sudah tidak lagi bekerja sejak Malaysia memberlakukan lockdown.

"Sudah dua hari diturunkan kapal tekong di sana. Pas di sana katanya ada kapal lagi yang mau jemput kami, makanya kami mau diturunkan di sana. Ada tiga kali kami dioper ke kapal lain di tengah laut sejak dari Malaysia," ungkap Mariana.

Para TKI asal Asahan dan Tanjung Nalai tersebut kemudian dievakuasi dan Kota Tanjung Balai. Setelah dicek kesehatan dan disemprot disinfektan, mereka dipulangkan kembali ke rumahnya masing-masing.

Baca juga: Viral, Video Belasan TKI Ditemukan di Hutan Bakau, Ternyata Ditelantarkan, 2 Hari Tak Makan

Menumpang kapal pukat tarik dari Malaysia

Tim (Fleet One Quick Response) F1QR Lanal Tanjung Balai Asahan Lantamal I, Koarmada I kembali mengamankan 44 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal yang melakukan perjalanan tidak resmi dari Malaysia di Pantai Bersaudara, Simandulang, Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara pada Senin (27/4/2020) pagi. Mereka diturunkan di pantai yang lokasinya sulit dijangkau.Dok. TNI AL Tim (Fleet One Quick Response) F1QR Lanal Tanjung Balai Asahan Lantamal I, Koarmada I kembali mengamankan 44 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal yang melakukan perjalanan tidak resmi dari Malaysia di Pantai Bersaudara, Simandulang, Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara pada Senin (27/4/2020) pagi. Mereka diturunkan di pantai yang lokasinya sulit dijangkau.
Kepulangan TKI ilegal dari Malaysia juga sempat terdeteksi di Tanjung Balai pada Senin (13/4/2020) pagi.

Sebanyak 17 TKI diamankan setelah tiba di TPI Bagan Baru, Tanjung Bali, Asahan, dengan menumpang kapal pukat tarik dari Pulau Sikincan, Malaysia.

Saat di tengah laut Malaysia, rombongan dibagi ke tiga unit boat nelayan Malaysia. Satu kapal mengangkut lima hingga enam orang TKI ilegal.

Baca juga: Telantar di Hutan Bakau, 13 TKI Ilegal Mengaku Ditipu Tekong Kapal dan Tak Makan Dua Hari

Lagi-lagi mereka kembali dioper ke empat boat nelayan Indonesia untuk dibawa ke Asahan.

"Dari tengah laut itu, lama pelayaran selama tiga jam ke Tanjung Balai Asahan dan para TKI diturunkan di TPI Bagan Baru, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, berjumlah 17 orang," kata Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira, melalui aplikasi percakapan WhatsApp, Senin (13/4/2020) sore.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

Regional
Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Regional
Dilaporkan Hilang oleh Suaminya, Pedagang Pakaian Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Dilaporkan Hilang oleh Suaminya, Pedagang Pakaian Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Regional
Ridwan Kamil: Jangan Kaget kalau Wisatawan Dihentikan Saat Libur Panjang

Ridwan Kamil: Jangan Kaget kalau Wisatawan Dihentikan Saat Libur Panjang

Regional
Kesal Sering Cekcok, Pria Ini Tega Bunuh Tetangganya yang Menderita Gangguan Mental

Kesal Sering Cekcok, Pria Ini Tega Bunuh Tetangganya yang Menderita Gangguan Mental

Regional
Protes Digusur, Perempuan PKL di Tegal Siram Bensin ke Tubuhnya dan Satpol PP, Videonya Viral

Protes Digusur, Perempuan PKL di Tegal Siram Bensin ke Tubuhnya dan Satpol PP, Videonya Viral

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X