UGM Gelar Upacara Bendera Memperingati Hardiknas Secara Online

Kompas.com - 02/05/2020, 12:33 WIB
Rektor UGM Panut Mulyono dan sivitas UGM saat mengikuti upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional dari kediaman masing-masing (Foto dokumentasi Humas UGM) KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMARektor UGM Panut Mulyono dan sivitas UGM saat mengikuti upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional dari kediaman masing-masing (Foto dokumentasi Humas UGM)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Universitas Gadjah Mada ( UGM) mengelar upacara bendera Hari Pendidikan Nasional di halaman Balairung UGM.

Namun berbeda dengan sebelum-sebelumnya, upacara di gelar melalui aplikasi telekonferensi.

Ribuan sivitas UGM dan masyarakat mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional ini.

Mereka mengikuti upacara ini tidak di lokasi namun secara daring dari rumah masing-masing, melalui aplikasi telekonferensi atau dengan menyaksikan tayangan langsung di Youtube.

Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengangkat tema "Belajar dari Covid-19"

Baca juga: Di Hari Pendidikan Nasional, 258 Mahasiswa UNS Diwisuda Secara Online

"Marilah kita senantiasa bersyukur memperoleh kesehatan, kekuatan, dan kesempatan sehingga dapat menghadiri puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 dalam suasana yang khidmat dan penuh rasa cinta pada tanah air, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, walaupun saat ini kita melaksanakan upacara di tempat masing-masing dan mengikuti secara daring," ujar Rektor UGM, Panut Mulyono dalam keterangan tertulis Humas UGM, Sabtu (02/05/2020).

Panut menyampaikan tema "Belajar dari Covid-19" sangat relevan. Sebab pandemi Covid-19 telah membuat warga dunia tergagap-gagap dalam menyikapi.

Muncul kesadaran bahwa dalam berbagai bidang kehidupan, masyarakat belum sepenuhnya siap untuk melakukan tindakan tanggap darurat.

"Dari kondisi ini semestinya banyak hal yang dapat kita pelajari untuk meningkatkan kualitas dan derajat kehidupan kita dari pandemi ini," tegasnya.

Baca juga: Kajian UGM, 3 Klaster Besar Penularan Corona di Yogyakarta dari Kegiatan Keagamaan

UGM berbenah 

Diungkapkanya Bangsa Indonesia saat ini menghadapi tragedi kemanusiaan yang sangat serius. Sektor ekonomi, industri, dan pendidikan sontak terpukul oleh pandemi ini.

Pemerintah telah menyampaikan bahwa dalam situasi yang sangat berat, akan terjadi peningkatan jumlah angka kemiskinan hingga 3,78 juta orang, dengan jutaan tenaga kerja mengalami pemutusan hubunga kerja.

UGM sendiri saat ini masih harus terus berbenah dalam metode pembelajaran secara daring, meski sistem ini telah dipersiapkan dan dikembangkan secara masif dan terstruktur sejak tahun 2004.

"Dalam melaksanakan tugas mendidik anak bangsa, kita harus terus-menerus melakukan penyesuaian dan inovasi pada proses pembelajaran. Kita lakukan relaksasi kurikulum, mereview peraturan akademik yang telah ada, serta terus mengembangkan MOOCs," tuturnya.

Baca juga: Fakta Hardiknas, Mengenang Ki Hadjar Dewantara hingga Kisah Penolakannya

 

Upaya melawan Covid-19

UGM gelar upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional secara daring. Peserta mengikuti upacara bendera dari kediaman mereka masing-masing. (foto dokumentasi Humas UGM)KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA UGM gelar upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional secara daring. Peserta mengikuti upacara bendera dari kediaman mereka masing-masing. (foto dokumentasi Humas UGM)
Di akhir sambutanya yang disampaikan dari kediamanya, Panut Mulyono berpesan kepada para peserta upacara agar tetap mematuhi imbauan untuk melakukan physical distancing dan menerapkan pola hidup sehat, serta terlibat aktif dalam melakukan edukasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah tersebut.

Seluruh komponen bangsa, harus menyatukan energi dan sumber daya untuk memperkuat upaya melawan Covid-19.

Dengan kebersamaan, persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa, masyarakat Indonesia mampu belajar bersama, melewati situasi sulit ini dan menjadi manusia yang lebih baik serta bangsa yang lebih tangguh.

"Mari kita terus bergandengan tangan demi kejayaan Tanah Air dalam semangat Hari Pendidikan Nasional memajukan bangsa dan negara Indonesia, belajar sepanjang hayat, melakukan inovasi tiada henti, dan meningkatkan kualitas diri untuk membangun negeri," pungkasnya.

Baca juga: Kisah 3 Guru Ciamis Ajari Siswa di Rumah: Jalan Kaki 1,5 Jam, Lewati Bukit dan Siap Hadapi Satwa Liar



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komplotan Pencuri Gunakan Google Maps Cari Rumah yang Akan Dibobol

Komplotan Pencuri Gunakan Google Maps Cari Rumah yang Akan Dibobol

Regional
Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Regional
'Menghancurkan secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?'

"Menghancurkan secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?"

Regional
Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Regional
Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Regional
Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Regional
Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Regional
Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

Regional
Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X