Per 1 Mei Tarif Penyeberangan Kapal di Pelabuhan Merak Resmi Naik

Kompas.com - 01/05/2020, 09:45 WIB
Sejumlah kendaraan antre memasuki kapal ferry di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (24/12/2019) dini hari. GM PT ASDP Merak Solikin mengatakan mulai H-5 hingga H-1 libur natal, jumlah penumpang pejalan kaki yang telah menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak mencapai 227.211 orang sedangkan jumlah kendaraan bermotor sebanyak 36.477 unit baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRSejumlah kendaraan antre memasuki kapal ferry di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (24/12/2019) dini hari. GM PT ASDP Merak Solikin mengatakan mulai H-5 hingga H-1 libur natal, jumlah penumpang pejalan kaki yang telah menyeberang ke Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak mencapai 227.211 orang sedangkan jumlah kendaraan bermotor sebanyak 36.477 unit baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

CILEGON, KOMPAS.com - Tarif penyeberangan kapal lintas daerah di Pelabuhan Merak - Bakauheuni dan sebaliknya resmi naik dan mulai berlaku 1 Mei 2020.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VII Banten Nurhadi mengatakan, keputusan tersebut sudah disepakati bersama sejak tanggal 22 April lalu, setelah melalui pertimbangan panjang dari tahun lalu.

"Keputusan sudah tanggal 22 April, cuma gonjang-ganjing mau dilaksanakan atau enggak, pembahasan tahun sejak tahun kemarin, lalu saat rapat vicon (video conference) diputuskan tanggal 1 Mei berlaku," kata Nurhadi dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (1/5/2020).

Baca juga: Pemudik Terus Berdatangan ke Pelabuhan Merak, 904 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Nurhadi mengatakan, berbagai alasan menjadi pertimbangan dinaikannya tarif penyeberangan kapal yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera tersebut, satu di antaranya adalah tuntutan perusahaan pelayaran.

Kata Nurhadi, perusahaan pelayaran mengaku kesulitan menjalani operasional jika hanya dengan tarif lama.

"Itu sebelum kasus pandemi global ini, mereka sudah kesulitan ditambah lagi pandemi, makin sekarat mereka, karena sudah tidak boleh mengangkut penumpang, akhirnya diputuskan, yasudahlah naik," kata dia.

Kenaikan tarif tersebut besarannya bervariasi, antara penumpang pejalan kaki, dengan kendaraan hingga angkutan barang, rata-rata, kata Nurhadi sekitar 9 persen.

Nurhadi merinci untuk penumpang kapal ekonomi tarifnya kini Rp19.500, sementara untuk sepeda motor roda dua Rp54.500 dan mobil pribadi Rp 419.000.

Baca juga: Pelabuhan Merak Ditutup Bagi Pemudik, tapi Penumpang Tertentu Masih Bisa Lewat

Data kenaikan tarif

Berikut adalah data lengkap tarif kenaikan penyeberangan kapal di lintas Merak - Bakauheni mulai 1 Mei 2020:

Penumpang Kelas Ekonomi Rp19.500

Kendaraan Golongan I Rp23.500

Kendaraan Golongan II Rp54.500

Kendaraan Golongan III Rp116.000

Kendaraan Golongan IV Penumpang Rp419.00

Kendaraan Golongan IV Barang Rp388.000

Kendaraan Golongan V Penumpang Rp839.000

Kendaraan Golongan V Barang Rp724.000

Kendaraan Golongan VI Penumpang Rp 1.388.500

Kendaraan Golongan VI Barang Rp 1.113.000

Kendaraan Golongan VII Rp 1.116.000

Kendaraan Golongan VIII Rp 2.160.000

Kendaraan Golongan IX Rp 3. 361.000



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
Pesona Mata Biru dari Siompu

Pesona Mata Biru dari Siompu

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X