Gubernur Gorontalo: Warga Bakal Terima Bantuan Sebelum PSBB Diterapkan

Kompas.com - 30/04/2020, 18:36 WIB
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat menggelar konferensi pers setelah Menteri Kesehatan, Letjen (Purn) Terawan Putranto menyetujui usulan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). KOMPAS.COM/HUMAS PEMPROV GTOGubernur Gorontalo, Rusli Habibie saat menggelar konferensi pers setelah Menteri Kesehatan, Letjen (Purn) Terawan Putranto menyetujui usulan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

GORONTALO, KOMPAS.com – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menilai bantuan sosial selama pandemi corona semestinya sudah terdistribusi seminggu sebelum bulan suci Ramadhan.

Karena itu, dia meminta agar Bantuan Langsung Pangan Daerah (BLPD) segera didistribusi kepada masyarakat.

“Apa sudah ada yang terima di kecamatan ini? APBD Provinsi sudah kami kirim ke kabupaten/kota dua minggu lalu. Kok ini belum ada?,” kata Rusli Habibie saat membagikan Bantuan Pangan Bersubsidi (BPB) kepada 1.200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Gentuma Raya, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (30/4/2020).

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 30 April 2020

Terlebih, kata Rusli, sebentar lagi Provinsi Gorontalo akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

“Saya tidak mau dengar ada pilih kasih di desa dan kecamatan. Kalau dia mampu lewatin, kalau pegawai lewatin, dapat bantuan dari pusat lewatin. Jangan taputar-putar di situ lagi bantuan ini. Berikan kepada yang lebih berhak,” ucap Rusli Habibie.

Rusli berharap, pemerintah desa dan masyarakat diminta memahami jenis bantuan yang ada.

Pemahaman ini diharapkan bisa menjadikan bantuan lebih merata, tidak tumpang tindih pada sekelompok warga.

Bantuan Langsung Pangan Daerah (BLPD) merupakan program kerjasama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Baca juga: Sempat Ditolak, PSBB Provinsi Gorontalo Akhirnya Disetujui Kemenkes

Penyaluran ini Pemerintah Provinsi Gorontalo mengalokasikan anggaran 60 persen untuk 53.000 KPM, sisanya dibebankan kepada pemerintah kabupaten/kota.

Bantuan pangan bersubsidi di masa pandemi corona ini tidak lagi dijual murah Rp 55.000 per paket, namun diberikan gratis.

Selain itu, terdapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial sebesar Rp 600.000 per bulan untuk 60.000 warga Gorontalo.

Ada juga bantuan Subsidi Pangan (BSP) untuk 78.000 warga yang diberikan tunai Rp 200.000 per bulan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X