Kompas.com - 30/04/2020, 18:35 WIB
Hari ketiga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemacetan sepanjang dua kilometer sempat terjadi di Jalan Raya Mastrip, Karang Pilang, Surabaya, Kamis (30/4/2020). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANHari ketiga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemacetan sepanjang dua kilometer sempat terjadi di Jalan Raya Mastrip, Karang Pilang, Surabaya, Kamis (30/4/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Kemacetan terjadi di Jalan Raya Mastrip, Karang Pilang, Surabaya, pada hari ketiga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Kamis (30/4/2020).

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jatim AKBP Pranatal Hutajulu membenarkan kemacetan di perbatasan Surabaya dan Gresik itu.

Baca juga: Hari Kedua PSBB, Volume Kendaraan di 19 Pintu Masuk Surabaya Menurun

Menurut Pranatal, kemacetan terjadi karena banyak kendaraan dari arah Driyorejo, Gresik, bergerak menuju Surabaya.

"Jadi memang tadi sempat ada kepadatan karena ada proses screening di check point oleh petugas di situ. Karena banyak kendaraan yang masuk dari perbatasan Sidoarjo maupun Gresik yang melintasi Jalan Raya Mastrip," kata Pranatal saat dihubungi, Kamis (30/4/2020).

Saat kemacetan terjadi, kendaraan lebih banyak didominasi truk dan sepeda motor.

"Kepadatan dua kilometer itu didominasi sepeda motor dan truk, tronton yang mengangkut barang. Karena memang di sana kawasan industri," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemacetan di Jalan Raya Mastrip terjadi sekitar pukul 06.30-08.00 WIB.

Setelah itu, kemacetan sempat terjadi saat siang hari namun tidak berlangsung lama.

Saat ini arus lalu lintas terpantau lancar meski padat pada jam-jam tertentu karena masih banyak pekerja melintas di jalan itu.

"Nanti proses screening akan disesuaikan lagi tidak dilakukan bersamaan. Jadi pilih yang skala prioritas, biar kendaraan tidak menumpuk dan bikin macet," ujar dia.

Baca juga: Suhu Tubuh 38 Derajat Celcius, Seorang Pengendara Dievakuasi ke Rumah Sakit

Meski demikian, Pranatal menyebut kemacetan sering terjadi di Jalan Raya Mastrip sejak dulu.

"Di kawasan itu, sejak dulu memang kawasan padat kendaraan, sama seperti di Bundaran Waru. Karena ini ada PSBB, jadi sedikit terjadi penumpukan kendaraan. Namun arus lalu lintas tetap bisa bergerak," jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X