Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/04/2020, 16:10 WIB
Tri Purna Jaya,
Farid Assifa

Tim Redaksi

LAMPUNG, KOMPAS.com - Meski sudah berstatus zona merah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung belum memastikan pengajuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengatakan, pihaknya tidak akan menerapkan PSBB meski sudah dinyatakan zona merah.

Argumen dasar dari tidak akan diajukan PSBB itu, kata Herman HN, karena pihaknya meyakini belum ada kejadian transmisi lokal.

Baca juga: Ini Alasan Bandar Lampung Jadi Zona Merah Virus Corona

 

Meskipun Kemenkes telah menyatakan Bandar Lampung adalah wilayah transmisi lokal.

Dalam perspektif Pemkot Bandar Lampung, transmisi lokal adalah wabah yang menyebar dari warga ke warga di dalam kota.

"Kita tidak akan menerapkan PSBB. Karena PSBB itu jika ada (wabah virus) yang dari warga Bandar Lampung. Sedangkan saat ini, kasus (virus corona) kebanyakan dari luar," kata Herman HN di kediamannya, Kamis (30/4/2020).

Meski demikian, Herman HN mengaku menerima perubahan status zona merah tersebut

Menurutnya, hal yang lebih penting adalah mencegah agar virus corona tidak menyebar lebih masif di masyarakat Bandar Lampung.

Untuk kebutuhan penanganan virus corona ini, kata Herman HN, pemkot mengalokasikan dana sebesar Rp 100 miliar.

"Kemarin saya sudah beli alat rapid test sebanyak 5.000, ditambah 500 yang dari pemprov. Lalu baju (hazmat) 500, masker 1.000 kotak, dan sarung tangan 1.000 kotak," kata Herman HN.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli mengatakan, pihaknya masih mengakaji opsi PSBB tersebut.

"Masih dipelajari. PSBB ini membutuhkan biaya banyak," kata Edwin.

Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Akhirnya Menerima Status Zona Merah Corona

Diberitakan sebelumnya, Kota Bandar Lampung dinyatakan berubah status menjadi zona merah setelah ada transmisi lokal.

Status zona merah itu diketahui dari laman infeksiemerging.kemkes.go.id pada Selasa (28/4/2020) malam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com