Kompas.com - 30/04/2020, 14:20 WIB
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya tengah memperlihatkan barang bukti pencurian yang dilakukan dua pemuda yang pukuli dua orang ibu-ibu karena ketahuan mencuri ponsel. KOMPAS.COM/AGIE PERMADIKapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya tengah memperlihatkan barang bukti pencurian yang dilakukan dua pemuda yang pukuli dua orang ibu-ibu karena ketahuan mencuri ponsel.

BANDUNG, KOMPAS.com - Suhartati (78) dan saudaranya Siti Kisnani alias Nani (65) menjadi korban penganiayaan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas).

Suhartati mengalami luka lebam di wajah dan badannya akibat pukulan dari para pelaku

Nani menjelaskan, kejadian pencurian dengan kekerasan itu terjadi pada Minggu (12/5/2020).

Saat itu yang ada di rumah hanya dirinya dan Suhartati. Nani kemudian mengajak Suhartati untuk masuk ke dalam rumah namun nenek itu memilih di luar sambil menunggu depot isi ulang air milik keluarga tersebut.

"Saya ingetkan dia (Suhartati) untuk diam di dalam saja karena saya mau cuci piring dulu. Tapi dia katanya memilih di luar saja takut ada yang beli air," kata Nani di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (29/5/2020).

Baca juga: Dari 17 Perampokan Minimarket di Jadetabek Selama Pandemi Covid-19, 3 Tersangka Ditembak Mati

Setelah Nani hendak mandi, tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara teriakan Suhartati minta tolong di sekitar dapur. Sontak Nani keluar kamar mandi dan melihat apa yang terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Begitu saya keluar, saya dipukulin sama pelaku," kata Nani.

Nani dan Suharti mendapat perlakuan kekerasan dan ancaman. Bahkan kepala Nani dibenturkan ke lantai hingga lehernya dicekik.

"Tapi alhamdulilah saya masih sehat, terus dia (pelaku) bilang, saya bunuh kamu," tuturnya.

Saat itu, Nani tak mengenali siapa pelakunya lantaran tertutup helm dan masker yang dikenakannya.

Setelah mengambil ponsel milik korban, pelaku langsung melarikan diri.

Mendapatkan laporan itu, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung kemudian melakukan penyelidikan

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pencurian dan kekerasan ini terjadi di Jalan H Ir Djuanda, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya tim mendapatkan identitas yang mengarah pada pelaku bernama Agus Prayitno (28) dan Imam Sofyana (29).

Keduanya ditangkap pada Selasa (28/4/2020) sekitar pukul 17.40 WIB di Jalan PHH Mustofa. 

"Karena melakukan perlawanan saat ditangkap, kami melakukan tindakan tegas terukur menembak kakinya," kata Ulung.

Dalam aksinya, pelaku curas ini menyamar dengan menutupi wajahnya dengan helm dan masker. Mereka berpura-pura membeli air isi ulang di rumah korban dan mengambil barang korban.

"Namun aksinya ini ketahuan korban, sehingga melakukan kekerasan terhadap korban," kata Ulung.

Korban dan pelaku Agus ini sebetulnya saling mengenal, pasalnya pelaku pernah bekerja di rumah korban.

"Pada saat kejadian dia nggak kenal korbannya. Pas ditangkap dan dikembangkan penyidik ternyata pelaku pernah kerja di rumah korban," kata Ulung.

Di tengah pandemi ini, Ulung menyatakan akan menindak tegas siapa pun yang melakukan tindakan kejahatan jalanan.

"Kita tak ragu lakukan tindakan tegas terukur," tegasnya.

Terlilit utang

Sementara itu, pelaku Agus mengaku terpaksa melakukan pencurian itu lantaran terlilit utang pinjaman online.

"Sekitar Rp 9 juta utangnya di 5 aplikasi online," tutur Agus.

Setiap bulannya Agus harus menyicil uang tersebut sebesar Rp 1,5 juta, sementara ia belum mendapatkan pekerjaan tetap. Bahkan mobil korban pun sempat ia gadaikan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Baca juga: Sebelum Merampok, Kelompok Wetonan Awasi Toko Emas di Pasar Kemiri Sejak Sebulan Lalu

Sedang tindakan penganiayaan terhadap korban dilakukan lantaran Agus panik mendengar korban Suhartati berteriak minta tolong.

"Tadinya mau mencuri barang berharga yang lain tapi keburu kepergok korban, makanya yang kebawa cuman ponsel," ucap Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.