Setelah Solo, Cacing Tanah Muncul dalam Jumlah Banyak di Tabanan Bali, Ini Faktanya

Kompas.com - 30/04/2020, 04:00 WIB
Cacing dalam jumlah banyak muncul di Desa Tua, Marga, Tabanan, Rabu (29/4). Dok. I Putu ParamartaCacing dalam jumlah banyak muncul di Desa Tua, Marga, Tabanan, Rabu (29/4).

KOMPAS.com- Kemunculan cacing tanah dalam jumlah banyak kembali membuat heboh masyarakat pada Rabu (29/4/2020) pagi.

Setelah bermunculan di Solo dan sekitarnya, kini cacing tanah muncul di Tabanan, Bali.

Salah satu saksi mata dari warga Desa Tua Kecamatan Marga, Tabanan, Bali I Putu Paramarta mengatakan, kejadian berlangsung pukul 06.00 WITA.

Awalnya dia mengira ada lulut atau ulat emas yang keluar dari dalam tanah

Namun setelah menyaksikan lebih dekat, ternyata ada banyak cacing di halaman rumahnya.

"Tadi saya sempat tanya ke teman, apa pagi ini di rumahnya juga ada cacing yang keluar. Dia bilang enggak ada," kata Paramarta.

Baca juga: Sederet Fakta Lengkap Munculnya Cacing Tanah Terus-Menerus Secara Misterius

Jadi makanan ayam dan bebek

Bebek menyeberang jalan.Shutterstock Bebek menyeberang jalan.

Kemunculan cacing tersebut berlangsung dalam waktu tak begitu lama, yaitu sampai pukul 08.00 WITA.

Menurutnya, setelah bermunculan, cacing tanah itu dimakan ayam dan bebek.

Dia sendiri mengumpulkan cacing tanah itu untuk diberikan kepada bebeknya.

"Sudah hilang sekitar jam 08.00 WITA. Dipatok ayam, sama saya berikan ke bebek. Besok pagi mau tak liatin lagi apa bakal muncul lagi atau tidak," katanya.

Baca juga: Geger Cacing Keluar dari Tanah dalam Jumlah Banyak di Bali

Cacing tanah muncul di Pasar Gede Solo Cacing tanah muncul di Pasar Gede Solo

Penjelasan ahli

Dosen Laboratorium Biologi Tanah, Konsentrasi Tanah dan Lingkungan dari Fakulitas Pertanian Universitas Udayana Ni Luh Kartini mengatakan, keluarnya cacing pasti disebabkan kondisi tanah yang bermasalah.

Kemungkinan pertama ialah adanya penggunaan pestisida, herbisida, dan pupuk kimia berlebihan secara terus menerus.

Kedua, kondisi tanah mengalami perubahan suhu secara drastis sehingga cacing tanah merasa terganggu.

Kemungkinan terakhir ialah adanya genangan air tanah.

Baca juga: Harganya Mahal, Cacing Tanah Banyak Dicari Tukang Obat dan Peternak

"Kalau cacing tanah keluar dari sarangnya yaitu tanah dan sampai menantang sinar matahari ini terjadi karena ekologi sudah tidak cocok untuk hidup cacing tanah," kata doktor di bidang cacing tanah dan pupuk hayati mikoriza tahun 1997 di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran ini, saat dihubungi, Rabu (29/4/2020).

Menurutnya, ada jenis cacing yang bisa membuat lubang sehingga bisa masuk dan keluar dari permukaan hingga kedalaman tanah.

Cacing yang tinggal di kedalaman berarti merasa nyaman.

Namun jika ada masalah di dalam tanah maka mereka akan keluar.

Baca juga: Cacing Keluar dari Tanah dalam Jumlah Banyak, BPBD: Mungkin Ada Anomali

Sebelumnya di Solo

Cacing keluar dari dalam tanah terjadi di Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2020).Istimewa Cacing keluar dari dalam tanah terjadi di Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2020).
Pada Sabtu (18/4/2020), kejadian serupa terjadi di Solo, Jawa Tengah, tepatnya di kawasan Pasar Gede.

Seorang pedagang bakso di Pasar Gede, Marsono mengatakan, cacing keluar dari taman pada pukul 05.30 WIB.

Cacing terus bermunculan hingga ke jalan raya sampai siang hari.

"Cacing ini muncul dari taman. Kalau cacing itu dikumpulkan ada satu ember. Jumlah cacingnya banyak," kata Marsono.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Imam Rosidin | Editor: David Oliver Purba, Robertus Belarminus)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X