UPDATE Covid-19 Solo: Bertambah 4, Jumlah Kasus Jadi 22

Kompas.com - 29/04/2020, 21:46 WIB
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga menjabat Sekda Solo, Ahyani dalam konferensi pers perkembangan kasus Covid-19 di Loji Gandrung Solo, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga menjabat Sekda Solo, Ahyani dalam konferensi pers perkembangan kasus Covid-19 di Loji Gandrung Solo, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2020).

SOLO, KOMPAS.com -Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, mengumumkan empat kasus baru warganya yang positif terinfeksi virus corona.

Dengan adanya penambahan itu, jumlah kasus Covid-19 yang ditemukan di Solo menjadi 22.

Dari jumlah tersebut, lima orang dinyatakan sembuh, 13 masih dalam perawatan, dan empat meninggal dunia.

"Penambahan (pasien positif corona) ini menandakan Solo semakin diwaspadai terkait dengan penyebarannya," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani, dalam konferensi pers perkembangan Covid-19 di Loji Gandrung Solo, Jateng, Rabu (29/4/2020).

Baca juga: Antisipasi Pemudik, Pemkot Solo Perketat Pintu Masuk Perbatasan

Penambahan empat pasien positif corona ini, kata Ahyani, dua di antaranya masih dirawat di rumah sakit dan dua lainnya meninggal.

Masing-masing untuk dua pasien yang dirawat berjenis kelamin laki-laki usia 32 tahun warga Kelurahan Banyuanyar dan laki-laki usia 53 tahun dari Kelurahan Jebres.

Sedang dua pasien positif corona yang meninggal masing-masing berjenis kelamin laki-laki usia 81 tahun dari Kelurahan Mojosongo dan laki-laki usia 53 dari Kelurahan Jebres.

"Empat pasien baru terkonfirmasi positif corona ini naik status dari PDP. Setelah tes swab tenggorokan mereka keluar hasilnya positif," terang dia.

Baca juga: Lonjakan Pasien Covid-19 Diperkirakan Mei, RSUD Moewardi Solo Perluas Ruang Perawatan

Meski jumlah pasien Covid-19 terus bertambah, Ahyani mengatakan Pemerintah Kota Solo belum berencana memberlakukan pembatasan sosial atau pembatasan kegiatan masyarakat.

"Hanya lingkungan yang karantina. Tidak sampai satu kawasan yang lebih luas. Tapi, ada kampung-kampung yang melakukan penutupan gang masuk. Selain menjaga keamanan, juga membatasi kegiatan masyarakat," tutur dia.

Meskipun demikian, bukan tidak mungkin pembatasan kegiatan masyarakat juga akan diterapkan di Solo, jika masyarakat tidak peduli dengan bahaya Covid-19.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Terduga Pembunuh Perempuan Dalam Mobil Terbakar Ditangkap

Dua Terduga Pembunuh Perempuan Dalam Mobil Terbakar Ditangkap

Regional
Nasdem Sayangkan Ambulans yang Layani Warga Makassar Gratis Dibakar Demonstran

Nasdem Sayangkan Ambulans yang Layani Warga Makassar Gratis Dibakar Demonstran

Regional
Polisi Temukan Luka Memar di Kepala Mayat Wanita yang Terbakar di Mobil

Polisi Temukan Luka Memar di Kepala Mayat Wanita yang Terbakar di Mobil

Regional
Bahas Penanganan Banjir dengan Risma, DPRD DKI Jakarta: Kami Belajar Banyak dari Surabaya

Bahas Penanganan Banjir dengan Risma, DPRD DKI Jakarta: Kami Belajar Banyak dari Surabaya

Regional
Usaha Benang Gelasan Naik Daun Saat Pandemi, Erwin Sampai Harus Menambah Karyawan

Usaha Benang Gelasan Naik Daun Saat Pandemi, Erwin Sampai Harus Menambah Karyawan

Regional
Polisi Duga Ada Provokator di Balik Bentrokan Penyebab 1 Warga Palopo Tewas

Polisi Duga Ada Provokator di Balik Bentrokan Penyebab 1 Warga Palopo Tewas

Regional
Kasus Agen Minta Rp 32 Juta buat Pulangkan Jenazah TKI, Pemkab Indramayu: Itu Hanya Isu

Kasus Agen Minta Rp 32 Juta buat Pulangkan Jenazah TKI, Pemkab Indramayu: Itu Hanya Isu

Regional
Maju Pilkada Kabupaten Bandung, Eks Bintang Persib Atep Rizal Sebut Sahrul Gunawan Lawan Berat

Maju Pilkada Kabupaten Bandung, Eks Bintang Persib Atep Rizal Sebut Sahrul Gunawan Lawan Berat

Regional
Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan Bisa Kena Sanksi Tak Boleh Kampanye 3 Hari

Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan Bisa Kena Sanksi Tak Boleh Kampanye 3 Hari

Regional
Gegara Rem Blong di Jalan Lingkar Salatiga, Truk Terguling Masuk ke Area Makam

Gegara Rem Blong di Jalan Lingkar Salatiga, Truk Terguling Masuk ke Area Makam

Regional
11 Tewas di Tambang Batu Bara Ilegal Muara Enim, Pekerja Sedang Gali Terowongan Saat Hujan

11 Tewas di Tambang Batu Bara Ilegal Muara Enim, Pekerja Sedang Gali Terowongan Saat Hujan

Regional
Kronologi Mobil Pengangkut 40 Tabung Gas Terbakar di SPBU Cianjur, Terdengar Suara Ledakan

Kronologi Mobil Pengangkut 40 Tabung Gas Terbakar di SPBU Cianjur, Terdengar Suara Ledakan

Regional
'Masyarakat Kritik, Pemkot Kurang Tegas Melaksanakan Protokol Kesehatan, di Luar Bagus, di Dalam Tidak'

"Masyarakat Kritik, Pemkot Kurang Tegas Melaksanakan Protokol Kesehatan, di Luar Bagus, di Dalam Tidak"

Regional
Sedang Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Sumut Diserang Puluhan Preman, 5 Mobil Rusak, 3 Petugas Terluka

Sedang Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Sumut Diserang Puluhan Preman, 5 Mobil Rusak, 3 Petugas Terluka

Regional
Kapolda Sulsel Sebut Demo di Makassar Disusupi Aliansi Makar

Kapolda Sulsel Sebut Demo di Makassar Disusupi Aliansi Makar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X