PSBB Periode Kedua di Pekanbaru, Penegakan Hukum Dimaksimalkan

Kompas.com - 29/04/2020, 16:00 WIB
Petugas gabungan dari TNI, Polri dan Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang masuk Kota Pekanbaru, Riau, dalam masa PSBB, Sabtu (18/4/2020) lalu. KOMPAS.COM/IDONPetugas gabungan dari TNI, Polri dan Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang masuk Kota Pekanbaru, Riau, dalam masa PSBB, Sabtu (18/4/2020) lalu.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB periode kedua di Kota Pekanbaru, Riau, akan dimulai 1 hingga 14 Mei 2020 mendatang. PSBB diperpanjang karena masih banyak masyarakat yang melanggar  peraturan pemerintah.

Pada penerapan PSBB periode kedua ini, pemerintah akan memaksimalkan penegakan hukum bagi pelanggar, demi mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Hal itu disebutkan Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru Mas Irba Sulaiman.

"Karena ini sudah memasuki PSBB tahap kedua, aturan kita pertegas dengan sanksi hukumnya. Sekarang kami sedang membentuk tim Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu)," sebut Irba kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (29/4/2020).

Baca juga: PSBB Pekanbaru Diperpanjang, Ini 4 Hal yang Penting Diketahui

Tim Gakkumdu, sambung dia, terdiri dari kepolisian, Satpol PP dan Kejaksaan, yang akan memberikan sanksi pidana kepasa pelanggar PSBB.

Menurut Irba, selama PSBB periode pertama 14 hari, masih banyak ditemukan masyarakat yang melanggar. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelanggaran tersebut, mulai dari tidak menggunakan masker, tidak jaga jarak fisik atau physical distancing, keluyuran siang dan malam hari.

Termasuk sejumlah rumah ibadah masih melaksanakan shalat tarawih berjemaah pada malam Ramadhan. Meski sebelumnya, warga diminta untuk beribadah di rumah saja.

"Kita mendapat informasi masih ada perkumpulan orang di rumah-rumah ibadah. Seperti di Kecamatan Tampan ada sekitar 20 rumah ibadah yang masih membuka kegiatan shalat berjemaah, tarawih berjemaah. Jadi artinya, kita tidak melarang orang shalat, kita tidak menutup masjid, tidak melarang orang tadarus. Tapi yang kita hindari berkumpulnya orang. Karena kalau berkumpul itu berpeluang besar penularan Covid-19," terang Irba.

Terkait rumah ibadah yang masih melakukan aktivitas melibatkan perkumpulan orang, peraturan kepada pengurus masjid atau kelompok masyarakat akan dipertegas. Bahkan, dituntut dengan pidana.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.