Kompas.com - 28/04/2020, 22:34 WIB
Salah satu perbatasan Kota Banjarmasin di Kilometer 6 ditutup total petugas gabungan menggunakan pagar besi, Selasa (28/4/2020) malam. Setiap kendaraan yang ingin keluar dan masuk Kota Banjarmasin diperintahkan memutar balik. KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWARSalah satu perbatasan Kota Banjarmasin di Kilometer 6 ditutup total petugas gabungan menggunakan pagar besi, Selasa (28/4/2020) malam. Setiap kendaraan yang ingin keluar dan masuk Kota Banjarmasin diperintahkan memutar balik.

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Pemberlakuan jam malam di hari kelima Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mulai diperketat.

Terhitung mulai malam ini, seluruh pintu masuk Kota Banjarmasin sudah ditutup total mulai pukul 21.00 hingga pukul 06.00 Wita.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, seluruh warga yang hendak keluar masuk Kota Banjarmasin tidak lagi diperkenankan melintas.

"Ya, kita sudah menutup total akses masuk dan keluar yang ada di perbatasan kota," ujar Ibnu Sina dalam keterangan persnya, Selasa (28/4/2020) malam.

Baca juga: Bantuan Sembako untuk 30.000 Warga Terdampak PSBB di Banjarmasin Mulai Disalurkan

Keputusan itu terpaksa diambil setelah melihat kondisi dilapangan masih banyak warga yang tidak patuh terhadap pemberlakuan jam malam.

Apalagi, ujar Ibnu, keputusan ini juga merupakan kesepakatan bersama TNI, Polri, Dishub dan Satuan Polisi Pamong Praja.

"Kita sudah menyepakati untuk memperketat pintu masuk dan keluar terutama yang berada di KM 6, Handil Bakti, Sungai Lulut dan di kawasan Jalan Tol Lingkar Basirih," tegasnya.

Meski dilakukan penutupan total, ada pengecualian terhadap beberapa jenis kendaraan seperti tertuang dalam Perwali.

Baca juga: Sudah 150 Kasus Positif Covid-19 di Kalsel, Tertinggi di Kalimantan

Kendaraan diperbolehkan melintas di antaranya, kendaraan logistik, ambulans dan pemadam kebakaran, termasuk pula karyawan yang harus bekerja pada malam hari dengan memperlihatkan surat keterangan dari tempatnya bekerja.

"Kecuali memang ada kepentingan seperti melakukan pengobatan atau keperluan medis lainnya, angkutan yang membawa bahan pokok dan para karyawan yang memang membawa surat keterangan resmi dari tempat kerjanya," jelas dia.

Ibnu mengimbau, seluruh warga Banjarmasin tak lagi beraktivitas pada malam hari, karena penutupan total perbatasan akan berlaku hingga berakhirnya masa PSBB Banjarmasin.

Pantauan Kompas.com di perbatasan Banjarmasin di Kilometer 6, sejumlah petugas gabungan sudah memblokade jalan menggunakan pagar besi.

Sejumlah kendaraan baik yang hendak masuk maupun keluar Banjarmasin diperintahkan untuk memutar balik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X