PSBB Kabupaten Tangerang Diperpanjang Mulai 2 Mei, Pelanggar Akan Dikenakan Sanksi

Kompas.com - 28/04/2020, 20:22 WIB
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat mengunjungi PT EDS Manufacturing Indonesia di Kecamatan Balaraja, Senin (27/4/2020). dok. Diskominfo Kabupaten TangerangBupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat mengunjungi PT EDS Manufacturing Indonesia di Kecamatan Balaraja, Senin (27/4/2020).

TANGERANG, KOMPAS.com - Kabupaten Tangerang memutuskan untuk memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, PSBB tahap dua tersebut akan berlangsung selama 14 hari mulai 2 Mei 2020 pukul 00.01 WIB.

Keputusan perpanjangan waktu PSBB telah disepakati bersama dalam rapat evaluasi PSBB melalui video antara Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh camat di Kabupaten Tangerang.

"Untuk PSBB sesi ke dua ini diharapkan lebih ketat lagi dan membuat masyarakat lebih disiplin lagi dalam penerapan PSBB," kata Zaki melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (28/4/2020).

Baca juga: Mulai 1 Mei, Pelanggar PSBB di Surabaya Raya Akan Ditindak

Zaki mengatakan, jika pada sesi pertama belum dikenakan sanksi untuk pelanggar, maka di sesi kedua sanksi akan mulai diterapkan.

Nantinya sanksi yang diterapkan berupa penindakan hukum namun yang membuat efek jera bagi masyarakat yang melanggar.

Sementara Wakil Bupati Tangerang H Mad Romli mengatakan, saat PSBB sesi pertama, masih banyak masyarakat Kabupaten Tangerang yang belum paham peraturan PSBB. Karena itu masih banyak yang melanggar.

Dirinya meminta kepada petugas PSBB untuk lebih tegas lagi dan melakukan patroli untuk menyisir warga yang masih membandel sekaligus memberikan pemahaman kembali tentang PSBB.

Baca juga: Wali Kota Tangerang: Perlu Ada Sanksi agar PSBB Optimal

"Harus ada Sanksi yang membuat efek jera bagi pelanggar sehingga PSBB ini berjalan dengan Lancar agar kita benar benar bisa memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tangerang," ucap Romli.

Berdasarkan data dari Polresta Tangerang, selama 10 hari pelaksanaan PSBB terdapat 4224 orang yang melanggar tidak menggunakan masker di wilayah hukum Polresta Tangerang. Data tersebut tercatat dalam aplikasi pelanggaran milik kepolisian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Regional
Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Regional
Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Regional
Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Regional
Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Regional
Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Regional
OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

Regional
Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Regional
Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
Sempat Unggah Foto dan Tulisan 'Takut Gempa Susulan', Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Sempat Unggah Foto dan Tulisan "Takut Gempa Susulan", Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Regional
Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Regional
Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X