Terbukti Terima Suap, Anak Buah Bupati Muara Enim Divonis 4 Tahun Penjara

Kompas.com - 28/04/2020, 20:17 WIB
Sidang suap Bupati Muara Enim dengan agenda tuntutan terhadap Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Kabupaten Muara Enim Elfin MZ Muchtar yang dilakukan secara online di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Selasa (7/4/2020) untuk menghindari penyebaran virus corona. Dalam sidang tersebut, Elfin dituntut JPU KPK dengan penjara selama 4 tahun karena terbukti menerima suap. KOMPAS.com/AJI YK PUTRASidang suap Bupati Muara Enim dengan agenda tuntutan terhadap Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Kabupaten Muara Enim Elfin MZ Muchtar yang dilakukan secara online di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Selasa (7/4/2020) untuk menghindari penyebaran virus corona. Dalam sidang tersebut, Elfin dituntut JPU KPK dengan penjara selama 4 tahun karena terbukti menerima suap.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kepala Bidang Pembangaunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Elfin MZ Muchtar divonis dengan hukuman penjara selama empat tahun dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan penjara.

Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang secara virtual, Elfin terbukti secara sah menerima suap dari terdakwa Robi Okta Fahlevi selaku kontraktor untuk pengerjaan 16 paket proyek jalan di Kabupaten Muara Enim.

Selain itu, Elfin juga adalah kaki tangan langsung Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani yang mengatur penerimaan fee proyek sebesar 15 persen.

"Terdakwa Elfin Mz Muchtar telah terbukti secara sah melakukan korupsi bersama-sama. Terdakwa juga harus membayar kerugian negara sebesar Rp2.365 miliar maka harta benda dapat disita dan dilelang.Kalau tidak cukup diganti penjara 8 bulan," kata ketua majelis Hakim Erma Surharti, saat membacakan vonis, Selasa (28/4/2020). 

Baca juga: Penyuap Bupati Muara Enim Divonis 3 Tahun Penjara

Erma pun menjelaskan hal yang memberatkan terdakwa, adalah menyalahgunakan jabatan sebagai salah satu pejabat ASN. Selain itu, Elfin juga telah terbukti terbukti melanggar pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korups.

"Terdakwa tidak mendukung komitmen pemerintah dan bangsa mengenai komitmen memberantas korupsi sebagai PNS. Terdakwa tidak menunjukkan contoh yang baik. Sedangkan yang meringankan,bersikap sopan dalam jalannya sidang," ujar Erma.

Setelah mendengar vonis tersebut, Elfin pun hanya terlihat lesu. Ia menyatakan pikir-pikir atas hukumannya itu.

Seperti diketahui, Elfin adalah orang yang membagikan fee sebesar 15 persen dari 16 paket proyek yang dimenangkan oleh terdakwa Robi Okta Fahlevi.

Sebagai orang kepercayaan Bupati Muara Enim Ahmad Yani, Elfin juga menerima suap dengan nominal Rp5,23 miliar, mulai dari tanah sampai sepatu basket.

Baca juga: Bupati Nonaktif Muara Enim Sampaikan Pleidoi, Sebut Tak Pernah Terima Suap



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Gubernur Banten: Tak Ada Konflik, Jadwal Pilkada Banten Masih Sesuai Agenda

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Kasus Covid-19 Melonjak di Ciamis, Sebulan Lebih dari 100 Orang Positif

Regional
Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Pesan Pensiunan Guru: Kalau Anda Sukses, Tolong Perhatikan Guru...

Regional
Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Modus Ganti Isi Galon dengan Air Biasa tapi Tutup Segel Resmi, 2 Agen Ditahan Polisi

Regional
Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Minuman Literasi, Produk Herbal Kekinian ala Siswa SMK Gresik, Peluang Bisnis Baru di Balik Pandemi

Regional
Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Main Perahu di Rawa Pening tapi Tiba-tiba Bocor, Pemancing Tewas Tenggelam

Regional
Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Diterkam Buaya Usai Panen Bandeng, Anggota Tubuh Pria Ini Belum Ditemukan

Regional
Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Niat Memijat Muridnya yang Cedera, Oknum Guru di Kalsel Justru Berbuat Cabul

Regional
Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Bayar Uang Muka Tagihan Listrik yang Capai Belasan Juta Rupiah, Suratno Harus Jual 7 Pohon Miliknya

Regional
Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Sosok Mendiang Bupati Situbondo di Mata Khofifah dan Emil Dardak

Regional
Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran di Pilkada 2020 Kota Solo

Ini Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran di Pilkada 2020 Kota Solo

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19 | Putra Amien Rais Dukung Gibran

[POPULER NUSANTARA] Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19 | Putra Amien Rais Dukung Gibran

Regional
Mengintip Kehidupan Masyarakat Pulau Terluar Sulsel, Harga Mahal hingga Lebih Dekat ke NTB (1)

Mengintip Kehidupan Masyarakat Pulau Terluar Sulsel, Harga Mahal hingga Lebih Dekat ke NTB (1)

Regional
Polemik Yel 'Hancurkan Risma', Pembelaan Putra Sulung dan Penjelasan Banteng Ketaton

Polemik Yel "Hancurkan Risma", Pembelaan Putra Sulung dan Penjelasan Banteng Ketaton

Regional
Perjalanan Kasus Pemerkosan Bocah 14 Tahun oleh 10 Pria di Tasikmalaya, Korban Alami Intimidasi

Perjalanan Kasus Pemerkosan Bocah 14 Tahun oleh 10 Pria di Tasikmalaya, Korban Alami Intimidasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X