11 ABK KM Kelud Dinyatakan Negatif Covid-19, Dikembalikan ke Pelni

Kompas.com - 28/04/2020, 16:14 WIB
Dari 40 kru anak buah kapal (ABK) KM Kelud milik Pelni yang dirawat di ruang isolasi dan observasi Rumah Sakit (RS) Khusus Infeksi Covid-19 di Pulau Galang, 29 ABK terkonfirmasi positif Covid-19. DOK PELNIDari 40 kru anak buah kapal (ABK) KM Kelud milik Pelni yang dirawat di ruang isolasi dan observasi Rumah Sakit (RS) Khusus Infeksi Covid-19 di Pulau Galang, 29 ABK terkonfirmasi positif Covid-19.

BATAM, KOMPAS.com – Dari 40 kru anak buah kapal (ABK) KM Kelud milik Pelni yang dirawat di ruang isolasi dan observasi Rumah Sakit (RS) Khusus Infeksi Covid-19 di Pulau Galang, 11 ABK terkonfirmasi negatif Covid-19.

Sementara yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 29 orang.

Hal itu disampaikan oleh Komandan Korem 033/WP Kolonel Inf Harnoto selaku Komandan Satgas Penanganan Covid-19 wilayah Kepulauan Riau atau Dansatgasgabpad Kolonel Inf Harnoto. 

Menurut dia, saat ini 29 ABK yang terkonfirmasi positif masih mendapatkan perawatan instensif diruang isolasi RS Khusus Infeksi Covid-19 di Pulau Galang. 

Sementara 11 ABK yang negatif akan dipulangkan ke Pelni.

“Setelah dilakukan dua kali proses pemeriksaan swab dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), maka ke-11 ABK KM Kelud dinyatakan negatif covid-19 dan dipulangkan ke Pelni,” kata Harnoto melalui keterangan tertulis, Selasa (28/4/2020).

Baca juga: 29 ABK KM Kelud Dinyatakan Positif Corona

Penuh haru 

Diakui Hartono proses pengambalian ke-11 ABK terlihat penuh haru, sebab ke 11 ABK tersebut mengaku berat untuk meninggalkan 29 temannya yang saat ini masih dirawat di ruang isolasi RS Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 di Pulau Galang.

Proses pemulangan juga dilakukan sesuai protocol kesehatan, dimana pelepasan perawatan ke-11 ABK KM Kelud dilaksanakan setelah 11 ABK tersebut nyatakan negatif setelah dilakukan proses Karantina selama 14 hari di RSKI Covid-19 di Pulau Galang dan dua kali pelaksanaan tes Lab Swab dengan hasil negatif.

“Pemulagan 11 ABK KM Kelud ini diterima langsung oleh Capt Agus yang merupakan perwakilan dari PT Pelni,” jelas Hartono.

Baca juga: ABK KM Kelud Positif Corona Nekat Pulang Jenguk Istri, 20 Warga se-Desa Dikarantina

33 Pasien dirawat di RSKI Covid-19 Pulau Galang

Senada juga diungkapkan Direktur RSKI Covid-19 Pulau Galang Kolonel CKM dr Khairul Ikhsan Nasution yang mengatakan dengan dikembalikannya 11 ABK KM Kelud, tentunya jumlah pasien yang dilakukan perawatan di di RSKI Covid-19 Pulau Galang tinggal 33 pasien.

Dimana dari 33 pasien tersebut yakni 29 kasus positif yang merupakan ABK KM Kelud, satu kasus positif yang merupakan anggota Polri dari Polda Kepri dan tiga kasus lagi merupakan pasien PDP yang juga anggota Polri yang baru saja liburan dari sekolah perwira di Jawa Barat.

“Jadi total seluruhnya ada 33 pasien yang dilakukan perawatan,” pungkas Ihsan.

Baca juga: 14 Kru KM Kelud di Batam Positif Terjangkit Corona



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X