3 Perawat RSUD Bung Karno Solo Diusir dari Indekos, Pemilik: Tidak Ada Pemaksaan dan Pengusiran

Kompas.com - 28/04/2020, 14:33 WIB
Pemilik indekos Siti Mutmainah bersama suami, Totok dan Camat Grogol Bagas Windaryatno saat memberikan klarifikasi insiden pengusiran di Kantor Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPemilik indekos Siti Mutmainah bersama suami, Totok dan Camat Grogol Bagas Windaryatno saat memberikan klarifikasi insiden pengusiran di Kantor Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2020).

KOMPAS.com - Tiga perawat RSUD Bung Karno Solo, Jawa Tengah, diusir dari indekosnya yang berada di kawasan Grogol, Sukoharjo, Senin (27/4/2020).

Akibatnya, mereka kini tinggal sementara di ruangan lantai lima rumah sakit RSUD Bung Karno Solo.

Terkait insiden itu, pemilik kos bernama Siti Mutmainah menegaskan tidak ada melakukan pengusiran terhadap tiga perawat tersebut.

"Tidak ada pemaksaan dan pengusiran. Kami sudah berusaha baik-baik dengan berat hati kami mohon untuk pindah ke tempat yang lebih aman untuk keamanan bersama," kata Siti di Kantor Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2020).

Baca juga: Fakta Perempuan Tewas Tanpa Busana di Rumah Kosong, Ternyata Dibunuh Suami

Bahkan, kata Siti, ketiga perawat itu menerima permintaannya untuk pindah ke indekos yang lain dan akan mengambil semua barang-barang milik mereka.

"Jadi, tidak ada pemaksaan terus dia tidak mau tidak. Dia menanggapi dengan baik. Dan barang-barang mau diambil," ujarnya.

Siti menjelaskan, alasan dirinya meminta mereka untuk pindah demi kesehatan suaminya.

"Itu murni karena suami saya, kondisi kesehatannya. Memang perlu ada perhatian khusus. Bapak itu dari pola makan, pola tidur, aktivitas itu kayak membingungkan. Tidurnya sering tergagap-gagap dan makannya tidak enak, takutnya penyakitnya lama kambuh lagi," jelas Siti.

Baca juga: Takut Penyakit Suami Kambuh, Alasan Pemilik Indekos Usir Perawat RSUD Bung Karno Solo

 

Pasca-insiden tersebut, Siti yang juga berprofesi sebagai bidan ini mengaku sudah meminta maaf melalui Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sukoharjo.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak tiga perawat RSUD Bung Karno Solo, Jawa Tengah, diusir dari indekos. Akibatnya, mereka kini tinggal sementara di ruangan lantai lima rumah sakit.

Direktur RSUD Bung Karno Solo, Wahyu Indianto membenarkan, adanya insiden perawat RSUD Bung Karno yang diusir oleh pemilik indekos.

"Iya (benar), disuruh pergi. Penyebabnya saya tidak tahu," kata Wahyu saat dihubungi wartawan di Solo, Jawa Tengah, Senin (27/4/2020).

Baca juga: 3 Perawat RSUD Bung Karno Solo Diusir dari Indekos

 

(Penulis : Kontributor Solo, Labib Zamani | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Regional
Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Regional
Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Regional
Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Regional
Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Regional
Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Regional
Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Regional
Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Regional
5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

Regional
Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Regional
Jejak dan Bekas Cakaran Macan Tutul di Gunung Merapi Tak Lagi Terlihat sejak 2012

Jejak dan Bekas Cakaran Macan Tutul di Gunung Merapi Tak Lagi Terlihat sejak 2012

Regional
Suami Paksa Istri dan Anaknya 26 Kali Mencuri Kotak Amal di Masjid

Suami Paksa Istri dan Anaknya 26 Kali Mencuri Kotak Amal di Masjid

Regional
Gulma Tutup Sungai Mahakam di 3 Desa, Ini Penjelasan DLH Kukar

Gulma Tutup Sungai Mahakam di 3 Desa, Ini Penjelasan DLH Kukar

Regional
Emosi karena Ditagih Utang, Seorang Pemuda Aniaya Lansia hingga Tewas

Emosi karena Ditagih Utang, Seorang Pemuda Aniaya Lansia hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X