Kompas.com - 28/04/2020, 11:13 WIB
kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat haru pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020), Dok. Dishub Surabayakemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat haru pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020),

GRESIK, KOMPAS.com - Berdasar Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 12 Tahun 2020, pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, resmi dilaksanakan hari ini, Selasa (28/4/2020).

Ada beberapa pos cek poin yang telah didirikan untuk melakukan pemeriksaan kepada penumpang kendaraan bermotor, serta untuk memantau kedatangan pemudik dalam rangka mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Termasuk, menyediakan sejumlah sarana dan prasarana di pos cek poin.

Baca juga: Hari Pertama PSBB Surabaya, Kemacetan Panjang Terjadi di Bundaran Waru

"Kalaupun ada (penumpang) yang ditengarai sakit (positif terpapar Covid-19), bisa menggunakan ambulans yang tersedia di setiap pos cek poin," ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, di hadapan para petugas pos cek poin dalam apel di halaman gedung Pemkab Gresik, Selasa (28/4/2020).

"Kalau ada pemudik segera komunikasikan, kepada Kapolsek atau Muspika setempat. Kita tidak ingin kecolongan, ada yang bersangkutan positif tapi OTG (orang tanpa gejala) justru berinteraksi dengan warga kampung sekitar," ucap Kusworo.

Kusworo berharap, para personel yang berjaga di setiap pos cek poin dapat teliti dan jeli, serta sabar dalam menjalankan prosedur yang ditentukan dalam memeriksa setiap kendaraan yang melintas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia juga menegaskan, selama PSBB berlangsung juga diterapkan jam malam.

"Jam malam mulai pukul 21.00 sampai 04.00 WIB, warga tidak lagi beraktivitas, hanya mereka yang diatur dalam Perbup saja yang masih diperbolehkan," kata dia.

Baca juga: Dokter yang Menangani Pasien Covid-19 di Surabaya Meninggal

Untuk sementara, Kusworo mengatakan, masih akan melakukan sosialisasi dan imbauan terkait aturan PSBB ini kepada masyarakat dalam tiga hari ke depan.

Baru kemudian, siap diterapkan sanksi administratif sesuai yang sudah diatur dalam Perbup.

"Sanksi administratif sesuai Perbup. Tapi, kalau pelanggaran undang-undang maka sanksi yang akan dikenakan sesuai dengan undang-undang. Seperti pemotor yang tidak pakai helm, ya sanksi tilang seperti yang diatur dalam undang-undang," tutur Kusworo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X