Kompas.com - 27/04/2020, 16:06 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Surabaya menjelaskan sejumlah aktivitas yang dilarang dan diizinkan saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 28 April hinga 11 Mei 2020.

Penerapan PSBB merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memutus penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

"Ada beberapa aktivitas di luar rumah yang dilarang dan ada pula yang masih diperbolehkan," kata Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan di Surabaya seperti dikutip dari Antara, Senin (27/4/2020).

Pembatasan aktivitas warga di luar rumah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Kota Surabaya.

Baca juga: Didatangi Satpol PP, Puluhan Pemudik Bubar dari Pangkalan Bus

Menurut Hendro, sejumlah aktivitas luar rumah yang dibatasi seperti belajar mengajar di sekolah, bekerja di perkantoran, magang di industri, praktik kerja lapangan, dan kegiatan di rumah ibadah.

Lalu, sejumlah aktivitas di fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya, dan pergerakan orang menggunakan moda transportasi.

Sedangkan aktivitas yang dilarang seperti, perkumpulan dan pertemuan politik, olahraga, hiburan, akademik, dan budaya.

Pesta ulang tahun dan pesta pernikahan juga dilarang selama PSBB.

Pernikahan, kata Hendro, diizinkan asal dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA). Dalam penyelenggaraannya, para tamu dan mempelai harus mengenakan masker dan menjaga jarak.

Penerapan PSBB di Surabaya berlaku Selasa (28/04/2020). Dok. Pemkot Surabaya Penerapan PSBB di Surabaya berlaku Selasa (28/04/2020).

Khitan juga diizinkan selama PSBB dengan syarat dilakukan di fasilitas kesehatan. Tak boleh ada pesta dalam penyelenggaraan khitan.

Sedangkan pemakaman atau takziah diizinkan asal bukan kematian akibat Covid-19. Kegiatan itu dilakukan di rumah duka, mematuhi aturan jaga jarak, dan dihadiri maksimal 20 orang.

Kegiatan olahraga seperti pertandingan sepakbola juga dilarang selama PSBB.

Baca juga: PSBB Surabaya, Ojek Online Dilarang Bawa Penumpang

"Perlombaan lainnya, serta tidak boleh berkumpul atau nongkrong di kafe atau warung," jelas Hendro.

Hingga Minggu (26/4/2020), sebanyak 367 kasus positif virus corona baru atau Covid-19 tercatat di Surabaya. Rinciannya, 245 pasien dirawat, 72 sembuh, dan 50 meninggal.

Sementara itu, terdapat 1.004 pasien dalam pengawasan di Surabaya. Rinciannya, 627 masih diawasi, 375 selesai diawasi, dan dua meninggal.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X