Warga Desa Paksa Pria Ini Karantina di Kebun, Tinggal di Gubuk Reyot Jauh dari Permukiman

Kompas.com - 27/04/2020, 15:47 WIB
Foto : Maman, seorang warga Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT, menjalani karantina di pondok reyot. Dokumen MamanFoto : Maman, seorang warga Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT, menjalani karantina di pondok reyot.

MAUMERE, KOMPAS.com - M Maman, warga Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT, diminta untuk melakukan karantina di sebuah kebun oleh pemerintah daerah dan  setempat. 

Warga khawatir Maman masih membawa virus corona, setelah pria ini keluar dari SCC Maumere, Jumat (24/4/2020).

Di SCC, Maman juga menjalankan karantina setelah pulang dari Samarinda, Kalimantan Timur. 

Baca juga: ABK KM Lambelu dan Ibu Usai Melahirkan di Baubau Positif Corona

Di kebun, Maman tinggal di gubuk reyot beratap daun lontar. Tempat tidur beralaskan belahan bambu langsung tikar. 

Di pondok reyot itu, ia hidup hanya mengandalkan pelita ketika malam. 

Maman menceritakan, dia didatangi Camat Waiblama dan warga Desa Tuabao, Jumat (22/4/2020), atau setibanya di desa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maman kemudian diminta untuk melakukan karantina di kebun. 

Awalnya Maman minta untuk dikarantina di rumah orangtuanya.

Namun, pemerintah desa tetap memintanya menjalani karantina di kebun karena khawatir pria ini terjangkit virus corona.

Lokasi kebun letaknya cukup jauh dari permukiman warga. 

"Pagi saya tiba di desa. Pas tiba, langsung disuruh karantina mandiri di kebun. Di kebun ini, saya tinggal di pondok reyot. Tenda tidur saya pakai belahan bambu. Pondok reyot ini tidak ada listrik. Malam saya pakai pelita," ujar Maman kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (27/4/2020). 

Maman menjelaskan, kondisi pondok tempat ia karantina sangat tidak layak dihuni.

Baca juga: 24 ABK KM Lambelu yang Positif Covid-19 Dirujuk ke Rumah Sakit Dadi Makassar

 

Lubang menganga di mana-mana, karena hanya ditutupi daun lontar. Di pondok itu juga tidak ada air minum untuk cuci tangan dan mandi.

Untuk makan, setiap hari warga mengantarkan makanan ke pondok itu.

 

Maman sudah 3 hari 3 malam menjalani karantina di pondok reyot itu. Di pondok itu, semuanya serba terbatas.

"Saya merasa seperti orang asing makanya dikucilkan di pondok reyot ini," ungkap Maman.

Maman memilih karantina terpusat di gedung SCC Maumere daripada tinggal di pondok reyot.

Kepala Desa Tuabao, Thomas Tota menjelaskan, Maman merupakan eks penumpang KM Lambelu.

Maman diminta karantina di kebun berdasarkan keputusan pihak keluarga dan pemerintah desa. 

"Karantina mandiri ini dilakukan karena khawatir dengan virus corona. Dia kan baru pulang merantau," jelas Thomas. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.