7 Tenaga Kesehatan di Sukabumi Dinyatakan Reaktif Saat Rapid Test

Kompas.com - 27/04/2020, 12:43 WIB
Ilustrasi rapid test virus corona ShutterstockIlustrasi rapid test virus corona

SUKABUMI, KOMPAS.com - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Harun Alrasyid mengatakan, sejumlah tenaga kesehatan menjalani rapid test.

Hasilnya, 7 tenaga medis dinyatakan reaktif.

"Kalau yang positif (reaktif) rapid test memang ada 7 tenaga kesehatan," kata Harun dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2020) malam.

Baca juga: Suka Duka Kuliah Online, Sinyal Timbul Tenggelam hingga Menumpang di Kantor Desa

Adapun, rapid test telah dilakukan kepada 900 orang tenaga kesehatan puskesmas dan rumah sakit.

Sebanyak 453 orang dinyatakan non-reaktif. Sementara itu, 400 orang masih dalam proses.

Menurut Harun, tenaga kesehatan yang dinyatakan reaktif diminta untuk mengisolasi diri secara mandiri.

Namun, mereka tetap diawasi secara ketat oleh tenaga medis.

"Langkah selanjutnya diambil swabnya untuk dilakukan pemeriksaan PCR," ujar Harun yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi itu.

Baca juga: Ibu dan 2 Anak Dijemput Ambulans, Diduga Ketularan dari Pakaian Ayah

Tes swab juga dilakukan terhadap keluarga dan orang-orang yang kontak fisik dengan 7 tenaga kesehatan tersebut.

Ketujuh tenaga kesehatan itu masing-masing 2 orang di Cibadak; 2 orang di Cicurug; 1 orang di Palabuhanratu; 1 orang di Ciemas; dan 1 orang di Cidahu.

Fasilitas kesehatan tempat kerja ketujuh tenaga kesehatan itu tetap buka seperti biasa.

"Pelayanan tetap berjalan seperti biasanya," kata Harun.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X