Kompas.com - 27/04/2020, 04:15 WIB
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona
Editor Setyo Puji

KOMPAs.com - Tiga orang warga di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dinyatakan positif corona.

Pasien tersebut terdiri dari ibu dan dua anaknya yang masing-masing berusia empat dan delapan tahun.

Dari tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, tiga pasien tersebut diduga tertular virus corona dari pakaian sang ayah.

Pasalnya, sang ayah diketahui bekerja menangani pasien di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dinyatakan positif corona

Bupati Bogor Ade Yasin usai melakukan pencegahan sejumlah kendaraan yang mengarah ke Puncak, Bogor, Sabtu (4/4/2020).KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Bupati Bogor Ade Yasin usai melakukan pencegahan sejumlah kendaraan yang mengarah ke Puncak, Bogor, Sabtu (4/4/2020).

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, ibu dan dua anaknya itu dinyatakan positif corona berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan di laboratorium RS Polri Jakarta.

Dia menjelaskan, pada 14 April 2020, ketiga anak dari keluarga itu awalnya mengeluhkan sakit kepala dan demam dengan suhu tubuh mencapai di atas 38 derajat celsius.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu, mereka dibawa ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Bogor. Ketiga anak tersebut diketahui mengalami peradangan di paru-paru.

Saat dilakukan tes darah, limfosit ketiga anak itu diketahui menurun dan mengarah pada Covid-19.

"Karena kondisinya kurang bagus dinyatakan PDP," kata Ade.

Keesokan harinya, sang Ibu juga mengalami sesak napas dan akhirnya dilarikan ke IGD RSUD Cileungsi untuk mendapat perawatan.

Karena kondisi itu, keluarga tersebut dilakukan pemeriksaan tes swab di RS Polri Jakarta.

"Tanggal 20 April 2020, hasil lab dari RS Polri dinyatakan bahwa ibu dan dua anaknya positif Covid-19. Sedangkan sang ayah dan anak pertama dinyatakan tak terdeteksi atau negatif," kata Ade.

Baca juga: Ibu dan 2 Anak Dijemput Ambulans, Diduga Ketularan dari Pakaian Ayah

Tertular dari pakaian sang ayah

Ilustrasi pakaian kotorDok. Shutterstock Ilustrasi pakaian kotor

Juru Bicara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Dedi Syarif mengatakan, ibu dan dua anak tersebut tertular virus corona dari baju sang ayah.

Pasalnya, sang ayah diketahui bekerja menangani pasien di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Iya sudah (diperiksa tertular dari baju ayahnya)," ucap Dedi yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (26/4/2020).

Baju sang ayah tersebut menjadi media penularan virus corona di rumah mereka.

Pasalnya, saat ayahnya pulang dari bekerja, pakaian yang dikenakan tidak langsung direndam. Kemudian, secara tidak sengaja tersentuh oleh tangan istrinya.

"Karena kan dia (ayah) memang bekerja di sana, Wisma Atlet. Kemungkinan besar dari pakaiannya (penularan virus)," kata Dedi.

Baca juga: Seorang Ibu Tergeletak di Pinggir Jalan, Alami Sesak Napas, Warga Tak Berani Menolong

Viral di media sosial

Seorang ibu dan anak yang dinyatakan positif Covid-19 sedang berpelukan ketika dibawa hendak dibawa tim medis ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta pada 20 April 2020.Tangkapan layar video/istimewa Seorang ibu dan anak yang dinyatakan positif Covid-19 sedang berpelukan ketika dibawa hendak dibawa tim medis ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta pada 20 April 2020.

Rekaman video yang memperlihatkan proses penjemputan seorang ibu dan dua anaknya yang dinyatakan positif corona oleh tim medis viral di media sosial.

Dalam video tersebut, seorang ibu terlihat memeluk anaknya di atas ambulans.

Beberapa saat kemudian, diduga sang ayah menggendong anak lainnya ke dalam ambulans yang disambut pelukan oleh sang ibu.

Kapolsek Cileungsi Kompol Endang Kusnandar saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Penjemputan itu dilakukan pada 20 April 2020 dini hari.

Baca juga: Fakta Warga Grobogan Meninggal Mendadak di Bidan Desa, Baru Mudik dari Tangerang, Ditangani Sesuai Protokol Penanganan Covid-19

Mereka dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan setelah dinyatakan positif corona.

"Bapak dan anak pertama tidak terdeteksi, namun untuk ibu, anak kedua dan ketiga terdeteksi. Kami tim Satgas berinisiatif agar tetap dirawat dan melakukan langkah-langkah itu," kata Endang saat dihubungi Kompas.com, Minggu (26/4/2020).

Penulis : Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan | Editor : Abba Gabrillin



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X