Desa di Banyumas Siapkan Tempat Karantina Mandiri Bagi Warga yang Nekat Mudik

Kompas.com - 24/04/2020, 19:14 WIB
Tempat karantina mandiri dengan memanfaatkan sejumlah bangunan di kompleks Balai Desa Margasana, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. KOMPAS.COM/DOK PEMDES MARGASANATempat karantina mandiri dengan memanfaatkan sejumlah bangunan di kompleks Balai Desa Margasana, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

BANYUMAS, KOMPAS.com - Pemerintah Desa Margasana, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyiapkan tempat karantina mandiri bagi pemudik yang kembali ke kampung halaman.

Kepala Desa Margasana Dodit Ari Wibowo mengatakan, ia telah menyiapkan tiga tempat karantina yaitu di aula balai desa, gedung Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan ruang Pos Kesehatan Desa (PKD).

"Pemudik sudah mengetahui mulai hari ini apabila ada yang memaksa tetap pulang akan dikarantina mandiri. Informasi tadi malam yang saya dengar mereka mayoritas tidak akan mudik," kata Dodit saat dihubungi, Jumat (24/4/2020).

Baca juga: Sebanyak 54 Guru dan Karyawan SMA N 10 Yogya Jalani Karantina Mandiri

Dodit menjelaskan, tiga ruang yang disiapkan itu dapat menampung sekitar 20 pemudik dengan kapasitas 20 tempat tidur. Namun, saat ini yang tersedia baru lima tempat tidur.

"Tetapi kita juga harus tetap antisipasi seandainya mendekati Idul Fitri biasanya pemudik pulang kurang dari tiga atau empat hari," ujar Dodit.

Dodit mengatakan, hingga saat ini terdapat sekitar 128 perantau yang telah mudik ke desa.

Pihaknya telah mendata para pemudik dari rumah ke rumah untuk memantau kondisinya selama 14 hari.

"Alhamdulillah belum ada yang dikarantina, normal semua. Sehat semua jadi cukup isolasi mandiri selama 14 hari di rumah," kata Dodit.

Baca juga: Pasien yang Sembuh dari Corona Meninggal Saat Karantina Mandiri

Dodit mengatakan tim gugus tugas mulai hari ini juga mengintensifkan pemantauan kepada pemudik yang tidak disiplin melakukan karantima di rumah.

"Tim bertindak lebih tegas dari sebelumnya. Apabila masih ketahuan keluar rumah maka satgas akan memaksa untuk masuk di ruang karantina mandiri," ujar Dodit.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X