Seorang Kepala Desa Jadi Tersangka Penyebab Banjir Bandang Ijen

Kompas.com - 24/04/2020, 13:40 WIB
Polres Bondowoso menangkap Kades Jampit karena diduga melakukan alih fungsi lahan yang diduga sebagai penyebab banjir bandang KOMPAS.com/Dokumentasi Polres BondowosoPolres Bondowoso menangkap Kades Jampit karena diduga melakukan alih fungsi lahan yang diduga sebagai penyebab banjir bandang

BONDOWOSO, KOMPAS.com – SY (50), Kepala Desa Jampit, Kecamatan Ijen, ditangkap oleh Kepolisian Resor Bondowoso Selasa (21/4/2020).

Oknum Kades tersebut diduga diduga telah melakukan alih fungsi lahan dengan menanam kentang dan kubis di areal kawasan hutan.

Lokasinya di petak 101-1 RPH Blawan dan petak 101-5 RPH dataran Ijen.

Kasat Reskrim, AKP Jamal mengatakan, kepala desa tersebut juga merupakan Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Baca juga: Seorang ODP Covid-19 di Bondowoso Meninggal, Hasil Rapid Test Reaktif

 

Dia telah membuka lahan dan melakukan kegiatan perkebunan dengan menanam kentang dan kubis di kawasan hutan lindung sejak Oktober 2019 lalu.

"Luas lahan yang ditanami kurang lebih 5,57 hektare," kata Jamal, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (24/4/2020).

Jamal menambahkan, kepala desa tersebut melakukan alih fungsi lahan atas inisiatif sendiri dan tanpa izin dari pihak yang berwenang.

Hal itu diduga menjadi penyebab banjir bandang pada saat hujan di sekitar kawasan tersebut, 29 Januari 2020 lalu.

Banjir tersebut menyebabkan empat orang terluka dan 79 hewan ternak mati.

“Alih fungsi lahan ini yang kemudian diduga salah satu penyebab banjir di kawasan Kecamatan Ijen,” terang dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Regional
Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Regional
Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Regional
Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Regional
BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

Regional
Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Regional
Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Regional
Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Regional
Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Regional
Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi 'Online'

Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi "Online"

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X