Paguyuban Kepala Desa Minta Keringanan Hukuman Tersangka Penolak Jenazah Covid-19

Kompas.com - 23/04/2020, 19:13 WIB
Audiensi antara Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Pekuncen dengan Kalolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka terkait proses hukum tersangka penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINAudiensi antara Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Pekuncen dengan Kalolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka terkait proses hukum tersangka penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Mapolresta Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meminta keringanan hukuman untuk para tersangka penolakan pemakaman jenazah pasien virus Corona (Covid-19).

Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Pekuncen, Romli Haryadi mengatakaan, salah satu tersangka berinisial S (45) merupakan perangkat desa. Selain itu, yang bersangkutan juga anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Kalaupun harus dijalani melalui proses hukum, berikan hukuman yang seringan-ringannya, karena ketidaktahuan kami semua," kata Romli seusai audiensi dengan Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka di Mapolresta Banyumas, Kamis (23/4/2020).

Baca juga: 4 Penolak Pemakaman Jenazah Covid-19 di Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka

Romli mengatakan saat itu warga menganggap bahwa pemakaman pasien Covid-19 akan membahayakan warga sekitar.

Penolakan dilakukan secara spontan semata-mata untuk melindungi warga dari bahaya penyebaran Covid-19.

"Sebelumnya kami belum pernah mendapat sosialisasi atau edukasi. Untuk saat ini 16 desa yang ada di Kecamatan Pekuncen sudah menerima jika nantinya ada jenazah Covid-19. Mungkin malah seluruh desa di Kabupaten Banyumas sudah menerima semua, siapapun jenazahnya," ujar Romli.

Romli berharap keringanan hukuman juga diberikan kepada tiga orang lainnya yang telah ditetapkan menjadi tersangka.

Pihaknya menyatakan tidak akan mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan.

Baca juga: Polisi Usut Provokator Penolak Pemakaman Jenazah Covid-19 di Makassar

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyumas AKP Berry mengatakan, telah melimpahkan berkas pemeriksaan ke kejaksaan.

Terkait permintaan keringanan hukuman, itu merupakan ranah dari pengadilan.

"Proses penyidikan saat ini sudah tahap satu, berkas sudah di Kejaksaan. Jadi untuk saat ini proses masih terus berjalan, kita kawal bersama-sama. Kalau terkait putusan meringankan atau memberatkan, nanti pengadilan yang bisa menilai," kata Berry.

Diberitakan sebelumnya, polisi menetapkan empat tersangka di dua TKP penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19, yaitu di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen dan Desa Kedungwringin, Kecamatan Patikraja.

TKP Tumiyang polisi menetapkan tiga tersangka yaitu seorang perangkat Desa Glempang berinisial S (45), K (46) seorang buruh dan A (26) pekerja swasta. Sedangkan di TKP Kedungwringin, polisi menetapkan seorang tersangka berinisial K (57).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X