Jokowi Larang Mudik, Sejumlah Ruas Jalan Menuju Jatim Akan Disekat

Kompas.com - 23/04/2020, 13:19 WIB
ILUSTRASI PENYEKATAN - Petugas kepolisian dari Polres Malang saat melakukan operasi penyekatan antisipasi pergerakan massa, Selasa (18/4/2017). Surya/Achmad Amru MuizILUSTRASI PENYEKATAN - Petugas kepolisian dari Polres Malang saat melakukan operasi penyekatan antisipasi pergerakan massa, Selasa (18/4/2017).

SURABAYA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Jawa Timur menyekat sejumlah titik akses masuk sebagai tindak lanjut rencana Presiden Joko Widodo yang melarang masyarakat mudik.

Rencana itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono mengatakan, sejumlah titik itu akan dijaga ketat jajaran Ditlantas Polda Jatim, TNI, dan 14 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Provinsi Jatim.

Baca juga: Pemprov Jatim Buka Lowongan Relawan Covid-19, Gaji Rp 2,5 Juta hingga Rp 10 Juta

Petugas gabungan akan mengawasi setiap kendaraan yang masuk ke Jawa Timur.

"Ditlantas Polda (Jatim) itu akan melakukan penyekatan di sembilan titik. Itu berlangsung mulai 24 April sampai 31 Mei 2020," kata Nyono di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Rabu (22/4/2020).

Penyekatan itu berlaku di ruas jalur Rembang-Tuban, Cepu-Bojonegoro, Sragen-Ngawi, Magetan-Karanganyar, Wonogiri-Ponorogo, Yogyakarta-Solo-Pacitan, Banyuwangi, dan beberapa pintu tol.

Selain ruas jalan itu, Dishub Jatim bakal menyisir jalur alternatif menuju Jawa Timur.

Nyono mengatakan, penyekatan di jalur alternatif akan dikoordinasikan dengan polres setempat.

"Khawatirnya gelombang pemudik di jalaur utama bisa dikendalikan, namun di jalur-jalur alternatif malah membeludak," kata dia.

Selain jalur darat, Dishub Jatim juga mengawasi moda transportasi lain, kereta api, penyeberangan kapal, dan angkutan udara.

 

Namun, Nyono tak memerinci jumlah personel yang diturunkan untuk mengantisipasi kedatangan para pemudik di sembilan titik itu.

Petugas yang berjaga di titik itu akan melakukan pengecekan suhu tubuh dan mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak.

"Nantinya juga dilakukan pengecekan suhu tubuh, social distancing, dan sebagainya. Kalau tidak melakukan itu sanksinya dikembalikan atau disuruh mutar balik. Ini sudah tahap sosialisasi, penerapan mulai 24 April 2020," jelas Nyono.

Pemerintah akan melarang mudik untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Hal itu ditegaskan Jokowi dalam rapat terbatas lewat video conference, Selasa (21/4/2020).

Baca juga: UPDATE Corona di Jatim: 637 Kasus Positif, 112 Pasien Sembuh, 2 Daerah Masih Hijau

"Pada rapat hari ini, saya ingin menyampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang," kata Presiden Jokowi.

Ia meminta jajarannya segera mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan larangan mudik ini.

Dalam rapat sebelumnya, pemerintah diketahui belum melarang mudik dan hanya menyampaikan imbauan agar masyarakat tak pulang ke kampung halaman.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Ada Larangan Mudik, Dishub Jatim Bakal Lakukan Penyekatan di 9 Titik, Berikut Rinciannya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Kasus Investasi Bodong di Tanah Air, Libatkan Istri Polisi hingga Mantan Pegawai Bank

5 Kasus Investasi Bodong di Tanah Air, Libatkan Istri Polisi hingga Mantan Pegawai Bank

Regional
Penyu Seberat 30 Kilogram Ditemukan Mati di Pantai Sepanjang

Penyu Seberat 30 Kilogram Ditemukan Mati di Pantai Sepanjang

Regional
Isi Galon dengan Air Biasa, 2 Agen Ditangkap, Mengaku Untung Rp 13.000

Isi Galon dengan Air Biasa, 2 Agen Ditangkap, Mengaku Untung Rp 13.000

Regional
Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris di Gorontalo

Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris di Gorontalo

Regional
PLN Klaim Sudah Beri Solusi Tagihan Pelanggan Capai Puluhan Juta Rupiah

PLN Klaim Sudah Beri Solusi Tagihan Pelanggan Capai Puluhan Juta Rupiah

Regional
Fakta 2 Agen Ganti Isi Galon dengan Air Biasa, Gunakan Tutup Segel Resmi, Ditangkap di Atas Truk

Fakta 2 Agen Ganti Isi Galon dengan Air Biasa, Gunakan Tutup Segel Resmi, Ditangkap di Atas Truk

Regional
Penipuan Bermodus Jual Gula dan Minyak Murah, Korbannya Merugi Ratusan Juta Rupiah

Penipuan Bermodus Jual Gula dan Minyak Murah, Korbannya Merugi Ratusan Juta Rupiah

Regional
Diduga Putus Cinta, Perempuan Muda Lompat dari Lantai 4 Penginapan di Bali

Diduga Putus Cinta, Perempuan Muda Lompat dari Lantai 4 Penginapan di Bali

Regional
Mantan Bupati Malang Dipecat dari PDI-P Karena Membelot di Pilkada

Mantan Bupati Malang Dipecat dari PDI-P Karena Membelot di Pilkada

Regional
Imbas Kerumunan Rizieq Shihab, RS Covid-19 di Kabupaten Bogor Hampir Penuh

Imbas Kerumunan Rizieq Shihab, RS Covid-19 di Kabupaten Bogor Hampir Penuh

Regional
Derita Fransiskus, Bocah 7 Tahun yang Lumpuh dan Terbaring Lemas di Kereta Bayi

Derita Fransiskus, Bocah 7 Tahun yang Lumpuh dan Terbaring Lemas di Kereta Bayi

Regional
Kondisi Terkini Gunung Merapi, Titik Longsoran Baru dan Intensitas Gempa Guguran

Kondisi Terkini Gunung Merapi, Titik Longsoran Baru dan Intensitas Gempa Guguran

Regional
Oknum Pegawai Pelabuhan “Nyabu” dengan Teman Wanita, hanya Terancam Dimutasi

Oknum Pegawai Pelabuhan “Nyabu” dengan Teman Wanita, hanya Terancam Dimutasi

Regional
Gara-gara Hujan Deras hingga Laut Pasang, 4.235 Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir

Gara-gara Hujan Deras hingga Laut Pasang, 4.235 Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir

Regional
Urus E-KTP Jelang Pilkada, Warga Berkerumun di Kantor Disdukcapil Makassar

Urus E-KTP Jelang Pilkada, Warga Berkerumun di Kantor Disdukcapil Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X