PDP Corona Samarinda yang 2 Kali Mengamuk Tolak Isolasi Hasil Swab-nya Positif

Kompas.com - 22/04/2020, 20:07 WIB
RSUD IA Moeis di Jalan HM Rifadin Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (19/4/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONRSUD IA Moeis di Jalan HM Rifadin Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (19/4/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 di Samarinda, Kalimantan Timur, yang mengamuk dua kali di rumah sakit menolak isolasi dinyatakan positif.

Pasien laki-laki berinisial N (52) ini mendapat hasil positif berdasarkan hasil swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya, Selasa (21/4/2020).

Sebelumnya, pasien dirawat karena hasil rapid test reaktif.

"Iya satu dari lima positif yang kami terima adalah pasien berinisial N yang menolak diisolasi beberapa waktu lalu," ungkap Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi M Ishak kepada Kompas.com, Rabu (22/4/2020).

Baca juga: Tolak Isolasi, PDP Corona Asal Samarinda Kembali Mengamuk di Rumah Sakit

Pasien N ini sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) karena hasil rapid test menunjukkan hasil reaktif.

Awalnya, dia menjalani isolasi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie. Tapi ia mengamuk memecahkan jendela kaca kamar isolasi, mendongkrak pintu, dan mengancam perawat minta dipulangkan, Jumat (11/4/2020).

Setelah mengancam, tim gugus tugas sempat memulangkan dia ke rumahnya di Samarinda.

Namun keesokan harinya, pasien klaster ijtima ulama dunia Gowa ini berhasil dibawa lagi ke RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda setelah dibujuk diisolasi.

Di RSUD IA Moeis pasien yang bersangkutan kembali mengamuk, Sabtu (18/4/2020).

Kali ini ia minta pulang kampung ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan alasan ingin merawat ibunya yang sedang sakit.

Setelah hampir satu jam dibujuk, pasien tersebut kembali tenang.

"Karena positif, kini dia (pasien) masih dalam perawatan di RSUD IA Moeis," kata Andi.

Baca juga: Ingin Rawat Ibunya, Pasien PDP Corona Ini Mengamuk Minta Pulang Saat Isolasi

Diketahui, hingga Rabu (22/4/2020) total pasien positif corona di Kaltim berjumlah 69 orang, 11 di antaranya sembuh dan satu meninggal dunia.

Untuk pasien orang dalam pemantuan (OPD) berjumlah 1.076 orang dan 148 berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) atau sedang menunggu hasil swab.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X