Sehari, 40.000 Warga Makassar Komplain Tak Dapat Bansos Sembako untuk PSBB

Kompas.com - 22/04/2020, 18:51 WIB
Pemerintah Kota Makassar membagikan paket sembako kepada warga jelang pemberlakuan PSBB, Selasa (21/4/2020). KOMPAS.COM/HENDRA CIPTOPemerintah Kota Makassar membagikan paket sembako kepada warga jelang pemberlakuan PSBB, Selasa (21/4/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Makassar mulai membagikan bantuan sosial berupa sembako untuk digunakan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Selasa (21/4/2020).

Namun, banyak warga yang mengaku tidak mendapatkan bantuan sembako tersebut.

“Ini pembagian sembako tidak merata, pemintah pilih kasih. Banyak sekali warga miskin maupun warga yang di-PHK akibat corona tidak dapat. Jelas kalau begini, warga akan mengabaikan anjuran pemerintah. Warga akan tetap keluar rumah cari makan, tidak perduli lagi aturan PSBB. Daripada mati kelaparan di dalam rumah,” kata Rukiah, warga Jl Sungai Saddang Baru, Kelurahan Ballaparang, Kota Makassar ketika dikonfirmasi, Rabu (22/4/2020).

Baca juga: Jelang PSBB Makassar, 60.000 Paket Sembako Dibagikan ke Warga

Hal senada dikemukakan Daeng Nawing, warga Jl Banta-bantaeng, Kelurahan Bantaeng-bantaeng.

Dirinya bersama seratusan warga di sekitarnya tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

“Pembagian sembako ini tidak adil dan merata. Banyak warga yang tidak dapat sembako untuk kebutuhan hidup. Warga pasti akan memilih keluar rumah cari makan, meski corona mengancam. Daripada kelaparan di dalam rumah, tidak perduli dengan imbauan PSBB di Makassar,” kata Nawing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Uji Coba PSBB di Makassar, Masih Banyak Warga yang Keluar

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Muchtar Tahir yang dikonfirmasi mengakui bahwa banyak warga yang komplain tidak mendapatkan bantuan sembako.

Dalam sehari, pihaknya mendapatkan komplain 40.000 warga Makassar yang tidak mendapatkan bagian sembako.

Komplain itu, ada yang menghubungi layanan hotline dan ada pula yang berkelompok datang. Saya sudah terima data baru 40.000 warga yang belum mendapatkan sembako. Sedangkan warga penerima sembako yang terdata hanya 60.000. Diperkirakan, ini data akan terus bertambah,” jelas Muchtar.

Muchtar menuturkan, pihaknya akan  memilah-milah warga yang mendapatkan bantuan untuk menghindari pembagian bantuan sosial yang double.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.