Tolak Kibarkan Bendera Benang Raja, 13 Aktivis RMS Nyatakan Dukung NKRI

Kompas.com - 21/04/2020, 19:30 WIB
Sejumlah aktivis Front Kedaulatan Maluku/Republik Maluku Selatan mendeklarasikan diri mendukung NKRI dan menolak pengibaran bendera benang raja saat HUT RMS 25 April mendatang di tanah Maluku, Selasa (21/4/2020) Humas Polresta Pulau AmbonSejumlah aktivis Front Kedaulatan Maluku/Republik Maluku Selatan mendeklarasikan diri mendukung NKRI dan menolak pengibaran bendera benang raja saat HUT RMS 25 April mendatang di tanah Maluku, Selasa (21/4/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Sebanyak 13 aktivis Front Kedaulatan Maluku yang berafiliasi dengan Republik Maluku Selatan (RMS), mendeklarasikan diri menolak keberadaan FKM-RMS di tanah Maluku, Selasa (21/4/2020).

Belasan aktivis FKM RMS ini secara tegas menolak imbauan pengibaran bendera benang raja di Maluku pada HUT RMS, 25 April 2020, sebagaimana instruksi Presiden RMS di pengasingan, Alex Manuputty lewat video yang diunggah di media sosial.

“Hari ini ada 13 simpatisan FKM RMS yang menyatakan sikap menolak pengibaran bendera RMS di Maluku untuk merayakan HUT RMS pada 25 April mendatang,” kata Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang kepada wartawan, Selasa.

Baca juga: 4 Fakta Penangkapan 5 Aktivis RMS, Pensiunan PNS hingga Dijerat Pasal Makar

Belasan simpatisan dan aktivis FKM RMS yang dengan tegas menolak keberadaan RMS itu, terdiri dari 5 aktivis di Desa Alang, Kecamatan Leihitu Barat, Maluku Tengah, 1 aktivis di kawasan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambopn, dan 7 di Desa Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku,.

Menurut Leo, dengan deklarasi penolakan tersebut, maka 13 simpatisan dan aktivis FKM RMS itu kini resmi kembali ke NKRI dan tidak lagi berurusan dengan aktivitas makar terhadap kedaulatan NKRI.

“Mereka telah menyatakan sikap tegas untuk menolak RMS di tanah Maluku dan mendukung penuh NKRI,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pejabat Kepala Desa Allang, Ruland Sabandar mengakui bahwa ada lima warganya yang merupakan simpatisan FKM RMS kini telah menyatakan dukungannya terhadap NKRI dan tidak mau lagi terlibat dalam aktivitas RMS.

Baca juga: Jadi Koordinator RMS, Pensiunan PNS Berumur 80 Tahun Ditangkap Polisi

Dia pun mengakui kelima warga desanya itu telah berjanji akan mendukung NKRI dan menjaga kantibmas di wilayah tersebut.

“Memang benar Simpatisan FKM/RMS sudah tidak ada lagi di Negeri Allang baik dalam aktifitasnya dan siap mendukung Kamtibmas,” katanya.

Pengibaran bendera RMS atau bendera benang raja kerap dilakukan aktivis RMS saat puncak HUT RMS pada 25 April di Pulau Ambon dan Pulau Haruku.

Hal itu membuat banyak aktivis FKM RMS yang ditangkap atas tuduhan makar terhadap negara.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.