Kompas.com - 21/04/2020, 13:16 WIB
Ilustrasi virus corona dan gejala terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona dan gejala terinfeksi virus corona

JAYAPURA, KOMPAS.com - Nana Muksin Atal (41) berhasil sembuh dari virus corona baru atau Covid-19 setelah menjalani perawatan selama 13 hari di RSUD Jayapura.

Muksin merupakan satu dari tujuh pasien yang dinyatakan sembuh oleh tim medis RSUD Jayapura pada Minggu (19/4/2020).

Muksin pun menceritakan awal mula dinyatakan positif mengidap Covid-19. Saat itu, Muksin baru saja kembali dari kegiatan Ijtima' Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan.

Tiba di rumahnya di Kabupaten Jayapura, Muksin mengeluh batuk. Ia pun memeriksakan diri di ke RSUD Jayapura.

Pria berusia 41 tahun itu dinyatakan positif dan diisolasi di RSUD Jayapura pada 7 April 2020.

Awalnya, Muksin memiliki bayangan negatif tentang ruang isolasi. Tapi, bayangan itu hilang ketika memasuki ruangan isolasi di RSUD Jayapura.

Baca juga: Tambah 7 Kasus Positif Corona di Mimika, Seluruhnya Transmisi Lokal

Muksin diisolasi bersama temannya, Mustakim (40) yang juga ditetapkan positif corona. Tapi, mereka ditempatkan di ruangan berbeda dan dibatasi kaca.

"Mungkin teman-teman pikir isolasi itu kaya orang dipenjara, padahal Masya Allah Subhanallah, terbalik," kata Muksin saat dihubungi, Selasa (21/4/2020).

Ia kagum dengan fasilitas yang dimiliki RSUD Jayapura. Menurutnya, fasilitas ruang isolasi itu tak kalah dengan hotel berbintang.

"Semua pelayanan sangat bagus dan tempat yang saya tempati sama dengan hotel berbintang, kamar mandinya itu ada bathub," kata Muksin.

Selama isolasi, Muksin mendapatkan makan tiga kali sehari. Pakaian yang dikenakannya pun disediakan pihak rumah sakit.

Rumah sakit, kata dia, juga mengabulkan beberapa permintaan pasien seperti menyediakan dispenser air untuk menyeduh minuman.

Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus coronaShutterstock Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona

Khatam Al Quran

Selama karantina di RS, Muksin mengaku memiliki pengalaman rohani yang sangat berarti.  

Pembatasan ruang gerak membuatnya lebih fokus beribadah. Waktu 13 hari dihabiskan dengan melakukan shalat, mengaji, dan berzikir.

"Aktivitas saya di sana hanya shalat, mengaji, zikir, dan shalat sunah yang kita tidak pernah lakukan di rumah, kita sudah lakukan semua di situ, Allhamdulillah saya punya hati tenang sekali," kata Muklis.

Muksin dan kawannya, Mustakim, juga berlomba-lomba membaca Al Quran. Mereka berhasil khatam dalam waktu 12 hari.

Muksin takjub dengan hal itu.

Baca juga: Virus Corona di Papua, Tenaga Medis: Hanya Merawat dengan Meraba-raba

Sebab, ia belum pernah khatam Al Quran selama ini.

"Selama hidup saya ini saya belum pernah khatam Al Quran, butuh hanya 12 hari di ruangan itu," kata dia.

Muksin dan Mustakim sangat bersemangat menunaikan ibadah selama diisolasi.

"Kita sama-sama semangat, karena terpele (terhalang) oleh kaca kalau saya mengaji duluan dia (Mustakim) ikut, kalau dia duluan saya juga ikut, jadi kita ada semangat," kata Muksin.

Jangan takut di ruang isolasi

Berdasarkan pengalamannya, Muksin mengajak pasien positif lain tetap bersemangat melewati masa isolasi. Momen isolasi, kata dia, lebih mendekatkan dirinya kepada Tuhan.

Ia juga meminta masyarakat tak mengucilkan orang yang terpapar virus corona. Karena, virus itu bisa disembuhkan.

"Ini kan pandemi, jadi kita tidak boleh menyudutkan, yang harus digaungkan adalah bahwa virus ini bukan suatu aib, ini bukan juga suatu virus yang hanya terkena pada komunitas tertentu, virus ini tidak memandang suku, ras, agama, jenis kelamin dan usia, siapa saja bisa kena," kata Muksin.

Para pasien positif corona di RSUD Jayapura yang telah dinyatakan sembuh dan akan dipulangkan, Jayapura, Papua, Senin (20/4/2020)KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI Para pasien positif corona di RSUD Jayapura yang telah dinyatakan sembuh dan akan dipulangkan, Jayapura, Papua, Senin (20/4/2020)

Fasilitas RSUD Jayapura

Direktur RSUD Jayapura Aloysius Giyai menyebut ruang isolasi yang digunakan pasien positif Covid-19 merupakan beas ruang perawatan saraf.

Ruang itu baru saja selesai direnovasi sebelum dialihfungsikan sebagai ruang isolasi pasien corona.

"Tadinya ini ruang perawatan biasa (ruang saraf), kebetulan baru renovasi dan ruangan itu kita lengkapi dengan televisi, AC, tehel yang bagus, dinding juga cat berminyak, sekatnya kaca bagus, jadi memang pasien merasa ruangannya luar biasa," jelas Giyai.

Giyai juga meminta para tenaga medis bersikap ramah kepada pasien positif corona. Hal itu bisa membantu kesembuhan pasien.

Para tenaga medis di RSUD Jayapura juga dibekali pemahaman lengkap agar tak tertular virus corona.

Baca juga: Kabar Baik, 10 Pasien Positif Corona di Papua Dinyatakan Sembuh

Menurutnya, para tenaga medis banyak yang tertular karena pasien tak jujur saat menjalani pemeriksaan awal.

"Ditambah lagi dengan petugas yang ramah, mereka merasa petugas tidak takut tertular, jadi mereka merasa dimanusiakan. Saya memang tekankan itu (memberi pelayanan yang ramah)," kata Giyai.

Saat ini terdapat 10 ruang isolasi di RSUD Jayapura. Giyai menyebut ruang ICU dengan empat tempat tidur juga sedang direnovasi agar bisa dijadikan ruangan isolasi pasien corona.

Hingga Senin, jumlah kasus positif virus corona di Papua mencapai 107. Dari jumlah tersebut, 71 pasien masih dirawat, 29 sembuh dan 7 meninggal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X