Warga Makassar Ramai Keluar Rumah Jelang PSBB, Polisi Tunggu Perwali untuk Penindakan

Kompas.com - 20/04/2020, 15:00 WIB
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat diwawancara terkait kasus pembunuhan oleh sesama buruh di Mapolrestabes Makassar, Jumat (6/12/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANKapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat diwawancara terkait kasus pembunuhan oleh sesama buruh di Mapolrestabes Makassar, Jumat (6/12/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com -  Jelang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) pada 24 April 2020, masih banyak warga Kota Makassar yang beraktivitas di luar rumah.

Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono mengatakan masih belum bisa memberikan sanksi untuk warga lantaran belum menerima Peraturan Wali Kota (Perwali) Makassar terkait detail PSBB.

Untuk itu, kata Yudhiawan, saat ini polisi hanya bisa mengimbau warga untuk tidak keluar rumah sembari menyosialisasikan pelaksanaan PSBB pada 24 April mendatang.

"Ini sudah dimintai Pak Pj Wali Kota. Sekarang yang ada (masih) aturan umum itu, yang detail-detail belum. Karena Perwali-nya belum turun jadi kita belum maksimal," kata Yudhiawan saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (20/4/2020) siang.

Baca juga: 24 ABK KM Lambelu yang Positif Covid-19 Dirujuk ke Rumah Sakit Dadi Makassar

Sejauh ini, kata Yudhiawan pihaknya sudah melakukan pengawasan di tiap-tiap perbatasan Kota Makassar.

Anjing pelacak K9 dari Dit Sabhara Polda Sulsel, kata Yudhiawan juga bakal membantu dalam mengawasi bagi warga yang ingin masuk di Kota Makassar

"Jadi tetap ada penyemprotan di lokasi perbatasan nanti. Di situ lengkap, hari ini baru kita cek. Anjing pelacak pelengkap dari Polda itu diterjunkan juga," kata Yudhiawan.

Baca juga: Jalur Keluar-Masuk Makassar Sudah Dijaga Ketat, Orang Tak Berkepentingan Dilarang Masuk

Selain itu, polisi juga turut menyosialisasi kepada rumah-rumah ibadah, sekolah, dan pasar-pasar tradisional.

"Terus untuk obyek vital, seperti PLN, Alfamart dan Indomaret itu masuk objek Vital, itu kita patroli," ujar Yudhiawan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X