Panen Raya di Tengah Pandemi, Wali Kota Tasik Imbau Warga Tak "Panic Buying"

Kompas.com - 20/04/2020, 14:49 WIB
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, memimpin panen raya sebagai keberhasilan petani menyuplai stok beras untuk masyarakat setempat di masa pandemi corona sekarang ini, Minggu (19/4/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAWali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, memimpin panen raya sebagai keberhasilan petani menyuplai stok beras untuk masyarakat setempat di masa pandemi corona sekarang ini, Minggu (19/4/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya masih bisa menggelar panen raya di sejumlah titik sentra tanaman padi saat masa pandemi corona, Minggu (19/4/2020) kemarin.

Hasil panen ini membuat stok beras di Kota Tasikmalaya surplus karena menghasilkan 12.000 ton beras melebihi target 10.000 ton.

"Alhamdulillah di masa pandemi corona ini, kita masih bisa panen raya dan hasilnya melebihi target. Stok beras kita surplus dan tersedia sebanyak 12.000 ton. Jadi warga jangan khawatir dan tak perlu punic buying," imbau Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman kepada wartawan, Senin (20/4/2020).

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Larang Acara Munggahan dan Ngabuburit Selama Ramadhan

Budi menyebutkan, produksi beras 12.000 ton itu berasal dari panen raya di dua lokasi berbeda, yaitu Kecamatan Mangkubumi dan Tamansari.

Budi mencontohkan, hasil panen raya di salah satu gabungan kelompok petani di Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, didapatkan hasil panen padi sekitar 12 ribu ton. Angka itu melebihi target sebesar 10 ribu ton yang selama ini hasil analisa perhitungan dinas pertanian.

Selain itu, sejumlah petani di Kelurahan Setiawargi, Kecamatan Tamansari, juga memanen padi gogo yang hasilnya dirasakan memuaskan.

"Udah surplus kita pada musim panen sekarang. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal bahwa kita bisa memerangi corona di bidang kebutuhan bahan pokok secara ekonomi," tambahnya.

Budi pun menambahkan, adanya panen padi gogo membuktikan bahwa para petani saat ini tak hanya dapat menanam padi di sawah, tapi lahan kering. Untuk panen di lahan kering bisa menggunakan varietas padi gogo.

Baca juga: Suami Istri di Tasikmalaya Reaktif Corona Sepulang dari Jakarta dan 1 Meninggal

Ia pun memastikan pasokan kebutuhan pangan 14 bahan pokok aman hingga Idul Fitri. Karena itu, warga diimbau tak khawatir selama pandemi corona dan dijamin stok kebutuhan pokok masyarakat aman dan melebihi target.

"Stok kebutuhan pokok masih stabil dan aman sampai Lebaran nanti juga. Kita, alhamdulillah masih punya stok beras dan lainnya yang masih aman," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X