Cerita Sidang Pembunuhan Hakim PN Medan: Sempat Molor gara-gara Saksi Kesasar

Kompas.com - 19/04/2020, 21:55 WIB
Sidang virtual perkara pembunuhan hakim di PN Medan diketuai Majelis Hakim Erintuah Damanik,  Jumat (17/4/2020) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTISidang virtual perkara pembunuhan hakim di PN Medan diketuai Majelis Hakim Erintuah Damanik, Jumat (17/4/2020)

MEDAN, KOMPAS.com - Sekitar pukul 10.00 WIB, terlihat salah seorang jaksa penuntut umum dari menurunkan barang bukti bed cover warna pink dari mobil yang berhenti di pelataran parkir Pengadilan Negeri Medan.

Bed cover itu adalah alat yang digunakan terdakwa Jefri Pratama, Reza Fahlevi, dan Zuraida Hanum menghabisi nyawa Jamaluddin.

Korban semasa hidupnya berprofesi sebagai hakim, terakhir menjabat sebagai humas di PN Medan. 

Berhubung hari digelarnya sidang adalah Jumat, maka yang ada dalam pikiran sebagian orang yang berkepentingan dengan perkara ini adalah persidangan akan kelar sebelum Shalat Jumat dimulai.

Para penasihat hukum masing-masing terdakwa sudah memenuhi ruangan dan siap bersidang. Hakim Ketua Majelis Erintuah Damanik datang memastikan apakah sidang sudah bisa dimulai apa belum. 

Baca juga: Istri Hakim PN Medan: Kalau Bukan Aku yang Mati, Dia yang Harus Mati

Sidang digelar virtual

Dampak pandemi Covid-19, sidang dilakukan secara virtual. Zuraida Hanum di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Tanjunggusta Medan, sedangkan Jefri Pratama dan Reza Fahlevi di Rumah Tananan Negara (Rutan) Tanjunggusta Medan.

Erintuah bertanya kepada penuntut umum apakah empat saksi yang akan dihadirkan sudah datang, dijawab belum, pria berkacamata itu langsung emosional.

"Berapa yang ada dulu, biar kita sidangkan..." katanya sambil keluar ruangan, Jumat (17/4/2020).  

Terlihat penasihat hukum mondar-mandir sambil mengangkat telepon selulernya.

Para penasihat hukum memanfaatkan waktu menunggu dengan menyapa para tersangka yang sudah standby di depan kamera dan pengeras suara. 

"Jef, ini om... Sehatkan? Reza sehat?. Inikan mau pemeriksaan saksi, nanti dicatat yang mana keterangan saksi yang tidak benar, paham ya," kata salah seorang penasihat hukum Jefri dan Reza yang dijawab sehat. Diikuti dengan penasihat hukum Zuraida Hanum melakukan hal yang sama. 

Baca juga: Ibu Pembunuh Hakim PN Medan Ingin Anaknya Dihukum Seringan-ringannya, Ini Alasannya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X