Mahasiswa Kuliah Online, Warung Burjo di Yogyakarta Ini Akhirnya Tutup

Kompas.com - 19/04/2020, 07:53 WIB
Warkop MM, Instalasi Warung Burjo, 2019, Budipradono architects, SSA lighting, Thinking Form, Kandura Studio, Eko Prawoto
Bintaro Design District 2019Warkop MM, Instalasi Warung Burjo, 2019, Budipradono architects, SSA lighting, Thinking Form, Kandura Studio, Eko Prawoto


JAKARTA, KOMPAS.com - Virus corona berimbas ke segala lini, termasuk terhadap para pedagang warung makanan.

Banyak warung makanan yang memilih tutup dan berhenti beroperasi karena sepinya pelanggan.

Salah satu warung makanan yang tutup adalah warung bubur kacang ijo atau yang biasa disingkat dengan sebutan Warung Burjo.

Baca juga: Jumlah Pasien Positif Corona di Bantul Bertambah

Warung yang identik dengan harga kantong mahasiswa dan anak kos ini memilih tutup sejak virus corona menyebar hingga ke Yogyakarta.

Anggi adalah pengusaha Warung Burjo asal Kuningan, Jawa Barat, yang berjualan di Sleman, Yogyakarta.

"Warung sudah tutup dari pas kejadian Guru Besar Universitas Gadjah Mada meninggal gara-gara corona, terus saya pulang ke Kuningan," kata Anggi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (14/4/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pasien Positif Corona di Gresik Bertambah Jadi 20 Orang

Warung Burjo milik Anggi biasanya selalu ramai dikunjungi mahasiswa salah satu kampus di Sleman.

Namun, sejak virus corona menyebar hingga ke Yogyakarta, rata-rata kampus menggunakan sistem kuliah online.

Hal itu membuat sebagian mahasiswa pulang ke kampung halamannya.

Kemudian, yang lain lagi hanya berdiam di tempat kos.

"Ya sepi jadinya, ya sudah saya tutup saja warung, terus pulang. Mau bagaimana, kan sudah enggak ada yang beli. Mahasiswa sudah pada pulang ke rumahnya. Kan mereka rata-rata kos dekat sini," ujar Anggi.

Warung Burjo milik Anggi bernama Burjo Pink, tepatnya di Kutu Patran, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Anggi belum bisa memastikan kapan akan kembali membuka warungnya.

Namun, ia memperkirakan akan kembali ke Yogyakarta seusai libur lebaran.

"Dulu sebelum virus corona, sepi paling pas anak-anak pada liburan semester kuliah. Paling yang beli ya cuman warga sekitar sini saja. Nah, sekarang ini belum musim liburan, tapi sudah pada balik karena corona itu," kata Anggi.

Baca juga: Puluhan Warga Usir 12 Karyawan Pertamina yang Berstatus ODP Corona

Selama membuka Warung Burjo sejak 2009, baru kali ini Anggi merasakan momen pahit kehilangan pelanggan utama dari mahasiswa atau anak kos.

Anggi sudah berada di Kuningan sejak satu bulan yang lalu.

Ada keinginan bagi dirinya untuk pulang lebih cepat dan berjualan kembali di Yogyakarta.

Namun, ia mengurungkan niat itu, karena sulitnya akses menuju Yogyakarta pada situasi saat ini.

"Ya sekarang cuma berharap saja virus corona ini selesai, berakhir gitu lah. Saya ingin jualan burjo lagi di Yogyakarta, biar ada pemasukan gitu, enggak seperti sekarang," kata Anggi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.