Kompas.com - 18/04/2020, 06:07 WIB
Pengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/prasPengendara motor melintas di depan mural tentang pandemi virus corona atau COVID-19 di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Depok, Jawa Barat, Jumar (3/4/2020). Mural tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia.
Editor Rachmawati

Selain itu Gofar dan keluarganya memilih tinggal di mes perusahaan agar lebih hemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk kontrakan.

"Mau pulang kampung tapi kondisi seperti ini. Ya gimana lagi. Harus sabar dan berdoa semoga semuanya normal dan bisa bekerja seperti biasa," kata Gofar.

Menurut Gofar, dari 80-an chef di Banyuwangi yang tergabung di asosiasi, hampir sebagian besar dirumahkan.

Hotel dan restoran di Banyuwangi, selama ini mengandalkan pariwisata. Sementara saat pandemi Covid-19, kondisi pariwsata di Inonesia terus menurun.

Baca juga: Di Banyuwangi, 1 PDP Meninggal dan Hasil Tes Swab Positif Covid-19

Hal yang sama juga diceritakan oleh Andri. Pria yang bekerja di Hotel Mahkota Plengkung mengatakan di awal pandemi, dia masih bekerja dan digaji harian.

Namun setelah Covid-19 semakin meluas, ia dirumahkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Semoga bisa segera kerja. Rasanya enggak enak menganggur," kata Andri.

Baik Yudis, Gofar, dan Andri serta rekan seprofesinya bergantian memasak nasi bungkus di dapur umum yang didirikan di Kantor Kecamatan Kota Banyuwangi.

Baca juga: Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Mereka mulai memasak di dapur umum mulai jam 06.00 WIB hingga 16.00 WIB. Setiap hari, sedikitnya mereka memasak untuk 500 porsi nasi bungkus.

Menu yang disajikan juga berbeda-beda setiap hari. Selain krengsengan kambing, mereka juga memasak ayam sambal ijo, mie goreng, ikan laut, dan berbagai jenis sayuran.

"Memang nasi bungkus. Tapi kami ingin menyajikan menu yang istimewa. Kami ingin yang terbaik untuk warga," kata Yudis.

Baca juga: Empati dari Banyuwangi, Bagikan Kupon Makan Gratis di Tengah Pandemi

Kolaborasi di Banyuwangi

Moch Lutfi, Camat Kota Banyuwangi mengerahkan para pemuda untuk mendistribusikan langsung nasi bungkus dan bantuan sembako kepada mayarakat terdampak Covid-19.
KOMPAS.com / RACHMAWATI Moch Lutfi, Camat Kota Banyuwangi mengerahkan para pemuda untuk mendistribusikan langsung nasi bungkus dan bantuan sembako kepada mayarakat terdampak Covid-19.
Dapur umum di Kecamatan Banyuwangi adalah kolaborasi dari berbagai pihak.

Selain Indonesian Chef Association, dapur umum itu didukung oleh Komunitas Banyuwangi Kuliner, UPZ Kecamatan Banyuwangi, Pemuda Etalase, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) dan staf Kecamatan Kota Banyuwangi.

"Awalnya hanya ide sederhana karena ada yang mau nyumbang kambing. Lalu kita mikir siapa yang masak? Akhirnya kita gandengan para chef dan pihak lain. Alhamdulilah banyak yang dukung," kata Yassin Soepardi, perwakilan dari Banyuwangi Kuliner.

Tidak disangka, menurut Yassin, bantuan terus mengalir mulai dari bahan makanan hingga tenaga.

Baca juga: Banyuwangi Produksi 3.000 APD, Pemkab Gandeng UMKM dan BLK, Diawasi Langsung Dinas Kesehatan

Ratusan nai bungkus yang dibuat dibagikan  langsung ke warga terdampak terutama mereka pekerja harian yang masih harus keluar rumah.

Selama memasak, Yassin mengatakan dapur umum tetap menerapkan aturan salah satunya menjaga jarak. Saat areka, relawan  wajib cuci tangan dan menjaga kebersihan selama di area.

"Hanya orang-orang yang berkepentingan yang masuk. ini untuk menghindari kerumuman, kata dia.

Sementara itu Moch Lutfi, Camat Kota Banyuwangi mendukung penuh kegiatan tersebut. Ia juga mengerahkan para pemuda karang taruna untuk mendistribusikan nasi bungkus tersebut.

Baca juga: Kronologi Pasien Positif Covid-19 Pertama di Banyuwangi, Pulang dari Bali, Hasil Tes Sempat Beda

Selain Asosiasi Chef Indonesia, dapur umum itu didukung oleh Komunitas Banyuwangi Kuliner. UPZ Kecamatan Banyuwangi, Pemuda Etalase, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) dan staf Kecamatan Kota Banyuwangi.KOMPAS.com / RACHMAWATI Selain Asosiasi Chef Indonesia, dapur umum itu didukung oleh Komunitas Banyuwangi Kuliner. UPZ Kecamatan Banyuwangi, Pemuda Etalase, Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) dan staf Kecamatan Kota Banyuwangi.
"Para pemuda ini kan tau siapa yaang tidak mampu di sekitarnya. Langsung kita minta mereka untuk membagikan nasi. Tengok kanan kiri. Ada yang membutuhkan langsung kasih," kata Lutfi.

Tak hanya nasi bungkus, mereka juga membagikan sembako kepada warga terdampak Covid-19. Mereka mendata ulang warga yang berhak mendapatkan bantuan agar tidak terlewat.

"Agar tidak numpuk. Siapa yang sudah dapat bantuan lagsung dimasukkan dalam sistem. Jadi tahu siapa yang belum dan sudah dapat bantuan," katanya.

Baca juga: Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Selain itu dari 18 kelurahan di Kecamatan Kota Banyuwangi, 10 kelurahan melakukan karantina wilayah secara mandiri untuk mencegah penyebaram virus corona.

Lufi mengatakan di saat pandemi saat ini, yang terpenting adalah kolaborasi dan saling menguatkan dari berbagai pihak

"Kalau jalan sendiri-sendiri pasti berat. Sekarang yang terpenting adalah saling menguatkan. Jangan sampai ada kelaparan," kata Lutfi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X