Wali Kota Semarang Diminta Tegas Terapkan Physical Distancing ke Warga

Kompas.com - 17/04/2020, 23:06 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Pemerintah Kota Semarang lebih tegas dan keras menerapkan phsycal distancing khususnya di wilayah Kota Semarang.

Hal tersebut menyusul ditetapkannya status Kota Tegal menjadi Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) oleh Kementerian Kesehatan RI.

Berdasarkan surat keputusan yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada 17 April 2020, penerapan PSBB di Kota Tegal karena telah terjadi lonjakan kasus pasien positif Covid-19 yang signifikan.

Baca juga: Satu Lagi, Perawat RSUP Kariadi Semarang Positif Corona Meninggal Dunia

Menyikapi hal tersebut, Ganjar berharap agar kota lain yang mengalami lonjakan tinggi harus mengantisipasi terutama Kota Semarang.

"Saya kira Kota Semarang harus mencermati betul-betul. Karena malam hari itu masih banyak kafe-kafe yang nongkrong. Pagi hari tadi hari ke-25 saya berkeliling setiap hari untuk ngecek dan itu suasana keramaian masih ada," kata Ganjar di Semarang, Jumat (17/4/2020).

Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi untuk mengkaji dan menghitung dengan cermat kemungkinan pemberlakuan PSBB.

Kajian dan perhitungan tersebut menyangkut aspek sosial ekonomi, transportasi, logistik hingga keamanan.

"Semarang ini sudah masuk kategori merah juga. Jadi harus hati-hati. Kalau kemudian kita tidak bisa mengendalikan akan bisa menambah jumlah pasien," ujarnya.

Baca juga: Berjuang Lawan Covid-19, 2 Perawat RSUP Kariadi Semarang Meninggal

Hal tersebut sebagai cerminan kasus tenaga medis RSUP Kariadi yang positif Covid-19 karena ketidakjujuran seorang pasien.

"Segera dikaji, segera dihitung persebarannya seperti apa, percepatannya seperti apa. Begitu itu terlihat drastis dan persebarannya semakin luas, tidak usah ragu-ragu (mengajukan penerapan PSBB)," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, Pemkot Semarang masih akan mendiskusikan terkait status PSBB di wilayahnya kepada Ganjar.

"Pemberlakukan PSBB itu harus dihitung semuanya secara cermat, terutama terkait daerah - daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang. Perlu diskusikan dengan Pak Ganjar, kalau sampai saat ini tak ada keputusan atau ajuan PSBB, Kota Semarang sendiri masih akan menjalankan sesuai aturan yang ada," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gus Ipul Dikabarkan Maju di Pilkada Kota Pasuruan, Petahana: Itu Wajar

Gus Ipul Dikabarkan Maju di Pilkada Kota Pasuruan, Petahana: Itu Wajar

Regional
Pria yang Viral Diseret dari Pesawat Diduga ODGJ, akan Diperiksakan ke RSJ

Pria yang Viral Diseret dari Pesawat Diduga ODGJ, akan Diperiksakan ke RSJ

Regional
Mengaku Pelaut, Mahasiswa Pelayaran di Makassar Tipu 2 Perempuan

Mengaku Pelaut, Mahasiswa Pelayaran di Makassar Tipu 2 Perempuan

Regional
Tol Padaleunyi KM 130 Tergenang hingga 50 Cm, Antrean Kendaraan hingga 8 Kilometer

Tol Padaleunyi KM 130 Tergenang hingga 50 Cm, Antrean Kendaraan hingga 8 Kilometer

Regional
3 Polwan Korban Dugaan Pelecehan Minta Kasat Reskrim Polres Selayar Diproses Hukum

3 Polwan Korban Dugaan Pelecehan Minta Kasat Reskrim Polres Selayar Diproses Hukum

Regional
Tol Padaleunyi KM 130 Tergenang Setinggi Paha, Jasa Marga: Imbas Proyek Kereta Cepat

Tol Padaleunyi KM 130 Tergenang Setinggi Paha, Jasa Marga: Imbas Proyek Kereta Cepat

Regional
Tiga Mantan Pejabat PDAM Karawang Ditetapkan jadi Tersangka Korupsi Dana Kerja Sama

Tiga Mantan Pejabat PDAM Karawang Ditetapkan jadi Tersangka Korupsi Dana Kerja Sama

Regional
Stiker Bansos Covid-19 Pakai Foto Bupati dan Wakilnya, Ini Penjelasan Wabup Serang

Stiker Bansos Covid-19 Pakai Foto Bupati dan Wakilnya, Ini Penjelasan Wabup Serang

Regional
Terdampak Polusi, Warga Turun ke Jalan Hadang Truk Batu Bara

Terdampak Polusi, Warga Turun ke Jalan Hadang Truk Batu Bara

Regional
Per 13 Agustus Perbatasan Aceh Tamiang-Sumut Diperketat, Ada Syarat Masuk Aceh

Per 13 Agustus Perbatasan Aceh Tamiang-Sumut Diperketat, Ada Syarat Masuk Aceh

Regional
Kasat Reskrim Selayar Diduga Lecehkan 3 Polwan, Korban Tolak Dimediasi

Kasat Reskrim Selayar Diduga Lecehkan 3 Polwan, Korban Tolak Dimediasi

Regional
Dengan Tangan Diborgol, Ini Pesan Jerinx Sebelum Ditahan di Rutan Polda Bali

Dengan Tangan Diborgol, Ini Pesan Jerinx Sebelum Ditahan di Rutan Polda Bali

Regional
2 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19, Poliklinik RSUD Nunukan Tutup 14 Hari

2 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19, Poliklinik RSUD Nunukan Tutup 14 Hari

Regional
Gempa 5,2 Magnitudo di Maluku Utara Terasa hingga Sulawesi Utara

Gempa 5,2 Magnitudo di Maluku Utara Terasa hingga Sulawesi Utara

Regional
Masuk Zona Hijau, Solok Selatan Buka Sekolah Tatap Muka Mulai 13 Agustus

Masuk Zona Hijau, Solok Selatan Buka Sekolah Tatap Muka Mulai 13 Agustus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X