Kompas.com - 17/04/2020, 17:31 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Sebuah video berdurasi 38 detik diunggah di akun Instagram @Medanheadlines.news, Kamis (17/4/2020).

Video tersebut viral karena memperlihatkan sosok seorang Aleh alias R Hidayat, YouTuber asal Medan yang ditangkap Polres Pelabuhan Belawan akibat diduga melakukan pelecehan dalam lagu "Aisyah Istri Rasulullah", menangis. 

Video tersebut sudah tayang lebih dari 13.282 kali dengan 434 komentar.

Komentarnya sangat beragam dan menggelitik. Akun @rezaperdanarenggo, misalnya, dia berkomentar singkat, "Pura-pura" dengan emoticon tertawa.

Begitu halnya dengan @Almadaini_lubis, dia berkomentar  'Kok maksa kali nangisnya,".

Komentar agak panjang dibuat oleh @Afrian_sikumbang.

"Sebagai umat Islam saatnya memaafkan. Dirimu msih sangat muda bro ku. Masamu utk brkarya msih sangat  panjang. Jadikan pelajaran, smoga kalau udh bebas, mhon jd youtuber yg bijak jgn kdi bujas. Isi konten2mu yg positif... tuhan sbnarnya sdh memaafkan,... tinggal masyarakat yg belum." 

Baca juga: Pura-pura Kesurupan Saat Nyanyikan Lagu Aisyah Istri Rasulullah, YouTuber Medan Ditangkap

Sementara @edogawaypzie menulis, "Penyesalan emang selalu datang belakang an klu dtang ny di awal nama ny pendaftaran".

Selain itu, ada juga yang menilai aktingnya bagus dan cocok menjadi YouTuber oleh @msugihyaksa. 

Dalam video tersebut, R Hidayat alias Aleh yang pundaknya dirangkul seorang polisi, mengaku bahwa yang dibuatnya hanya untuk lucu-lucuan dan tidak ada niat melecehkan.

Dia juga mengaku tidak sadar sama sekali bahwa yang dilakukannya akan membawanya sampai berurusan dengan polisi. 

Pada awalnya, Aleh dengan tenang menjawabnya. Namun ketika ditanya seseorang yang memvideokannya, apa yang akan disampaikannya kepada masyarakat, khususnya umat Islam, di situ lah dia mulai bersuara layaknya orang menangis. Terdengar suara sesenggukkan. 

"Buat semua ulama, saya Rahmad Hidayat alias Aleh, saya berminta maaf yang sebesar-besarnya, buat umat Islam semua yang ada di seluruh Indonesia saya amat menyesal atas perbuatan saya  ini. Saya tidak sengaja. Saya takut, saya takut dengan orang-orang jahat yang ngapain Ale, saya minta maaf," katanya.

Dihubungi via telepon, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jericho Lavian Chandra mengatakan, dia belum melihat video tersebut.

Menurutnya, permintaan maaf tidak menghentikan proses hukum yang sedang berjalan.

"Saya belum lihat videonya. Tapi permintaan maaf tidak bisa menghentikan proses hukumnya," kata Jericho, Jumat (17/4/2020) pagi

Dijelaskannya, saat ini Aleh masih menjalani proses pemeriksaan dan ditahan.

Dalam kasus tersebut, masih hanya Aleh yang ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara teman-temannya yang lain di dalam video tersebut masih sebagai saksi.

"Masih Aleh saja. Yang lain saksi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jericho Lavian Chandra mengatakan, Aleh sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk mempermudah proses pemeriksaan.

YouTuber berambut kribo itu dijerat Pasal 27 ayat (3) UU ITE tentang penghinaan.

Dalam video yang dipermasalahkan itu, Aleh bersama 4 pemuda lainnya bernyanyi lagu "Aisyah Istri Rasululllah" diiringi gitar. 

Tidak ada yang Aneh dalam video tersebut pada awalnya.

Saat itu, Aleh mengenakan kemeja hitam lengan panjang bermotif garis putih vertikal.

Tiba-tiba dia memegang rambut dan menariknya ke belakang dan berlagak seperti kemasukan, lalu berdiri.

Kemudian, 4 temannya berupaya menenangkannya. Saat dia berdiri, ternyata dia hanya mengenakan celana dalam berwarna putih.

Video itu memancing kemarahan warga. Bahkan ormas Islam sempat mendatangi rumahnya.

Ormas Islam itu pula yang kemudian membuat laporan polisi ke Polres Pelabuhan Belawan.

Aleh dan teman-temannya kemudian diamankan.

Baca juga: Plesetkan Lagu Aisyah Istri Rasulullah, Seorang Pemuda Ditangkap

 

Jericho menambahkan, bukan kali ini saja dia berulah. Beberapa waktu lalu, Aleh membuat materi stand up comedy yang menghina warga Belawan.

Warga yang keberatan kemudian melaporkannya ke Polres Pelabuhan Belawan. Sampai akhirnya, Aleh pun meminta maaf secara terbuka. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.