Kompas.com - 17/04/2020, 10:56 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat, memberikan keterangan pasien sembuh covid-19 di wilayahnya bertambah dan totalnya sudah 5 orang sembuh di RS Jasa Kartini, Kamis (16/4/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat, memberikan keterangan pasien sembuh covid-19 di wilayahnya bertambah dan totalnya sudah 5 orang sembuh di RS Jasa Kartini, Kamis (16/4/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pasien yang positif terjangkit virus corona atau Covid-19 di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kembali mengalami peningkatan.

Berdasarkan data hingga Jumat (17/4/2020) pagi, total pasien positif corona tercatat mencapai 25 orang.

Padahal, dua hari sebelumnya tercatat masih 17 pasien di Kota Tasikmalaya.

Baca juga: Jumlah Pasien Positif Corona di Babel Bertambah Jadi 6 Orang

Dari jumlah itu, 19 pasien di antaranya masih dalam perawatan.

Kemudian, 5 pasien sudah sembuh dan 1 orang lagi meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan, peningkatan pasien positif corona berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang baru keluar hasil pemeriksaannya.

Jumlah PDP di Kota Tasikmalaya sampai hari ini tercatat total 23 orang, Sebanyak 18 PDP telah selesai pengawasan, sementara 3 masih dalam perawatan dan 2 meninggal.

"Mereka berasal dari para pasien PDP yang naik status ke positif setelah hasil pemeriksaannya keluar," kata Uus kepada wartawan saat dihubungi, Jumat.

Baca juga: Kabar Baik, Pasien Sembuh Covid-19 di RS Jasa Kartini Tasikmalaya Terus Bertambah

Saat ini, seluruh pasien positif mendapatkan perawatan oleh tim medis khusus Covid-19 di ruang isolasi beberapa rumah sakit wilayah Kota Tasikmalaya.

Uus meyakini para pasien akan tertangani dengan baik oleh para tim medis khusus, sampai akhirnya bisa sembuh.

Sebelumnya, tim medis di Rumah Sakit Jasa Kartini Kota Tasikmalaya sukses merawat 5 pasien Covid-19 sampai sembuh.

"Tentunya tim medis termasuk di dalamnya para dokter akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk pasien. Kami dari tim medis meminta bagaimana caranya pasien tak membludak," kata dia.

Baca juga: Mahasiswa Asal Jabar di Kaltim: Kami Krisis Makanan

Dengan demikian, pemerintah terus berupaya menyosialisasikan sosial distancing, pyshical distancing dan pola hidup bersih rajin cuci tangan kepada masyarakat.

Hal itu mencegah terus bertambahnya pasien yang berimbas kepada tak sebandingnya jumlah tim medis dan pasien nantinya.

"Kalau membludak, tentunya tim medis kewalahan. Tapi, kalau jumlahnya masih tak terlalu banyak dan sebanding, tentunya hasilnya akan terbaik. Contohnya 5 pasien terkonfirmasi positif sekarang sudah sembuh," kata Uus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X