Kompas.com - 16/04/2020, 23:00 WIB
Kepala DKK Surakarta Siti Wahyuningsih ditemui di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKepala DKK Surakarta Siti Wahyuningsih ditemui di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2020).

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, tidak melakukan pengadaan alat Rapid Diagnostic Test (RDT) seperti beberapa daerah karena dianggap pemborosan anggaran.

"Semua uang negara harus kita pertanggungjawabkan. Bisa tidak kalau tidak ada manfaatnya itu, masuk pasal pemborosan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih kepada wartawan, Kamis (16/4/2020).

Menurut dia, jika hasil rapid test seorang pasien reaktif maka harus dikonfirmasi dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Sebaliknya, kalau negatif rapid test, belum tentu negatif saat dikonfirmasi dengan tes PCR.

Baca juga: Mahasiswa di Solo Positif Corona, Seluruh Penghuni Kos Dikarantina

Hal ini dikarenakan rapid test hanya mendeteksi adanya virus di dalam tubuh, bukan hanya virus corona.

"Kalau seandainya nilai alat rapid test 50, padahal antibodinya 30 tidak akan dapat terdeteksi. Padahal, sebetulnya warga tersebut positif. Dia keluar di mana-mana. Rapid test seperti itu," ungkapnya.

Selama ini, kata perempuan yang akrab disapa Ning, telah melaksanakan rapid test.

Rapid test ini dilaksanakan secara terstruktur bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP), kontak erat, dan kontak dekat.

"Kita masih mengandalkan alat dari pusat. Di saat seperti ini banyak orang yang menawarkan rapid test. Tapi rapid testnya bisa dipertanggungjawabkan tidak," ujar Ning.

Baca juga: Warga Solo yang Positif Corona hingga 16 April Berjumlah 8 Orang

Sebagaimana diketahui, Solo mendapat jatah rapid test dari pemerintah pusat sebanyak 245 alat dibagi di rumah sakit.

Sedangkan sisanya 75 alat untuk Dinas Kesehatan.

Jumlah yang diterima itu tidak cukup untuk melakukan tes petugas kesehatan di Puskesmas.

Begitu juga dengan ODP maupun PDP tidak kebagian alat tersebut.

"Kita tidak perlu bicara ODP dan PDP. Disiplin masyarakat di rumah ini yang lebih penting untuk memutus rantai penularan Covid-19," kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X