Warga Yogya Sambut Tenaga Medis, "Selamat Datang Pahlawan"

Kompas.com - 16/04/2020, 17:41 WIB
Para warga saat menyambut kedatangan para tenaga medis di tempat singgah sementara di Pusdiklat Kemendagri di Baciro, Kota Yogyakarta KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAPara warga saat menyambut kedatangan para tenaga medis di tempat singgah sementara di Pusdiklat Kemendagri di Baciro, Kota Yogyakarta

YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Puluhan warga Kampung Baciro, Kota Yogyakarta berdiri berjajar di jalan masuk Pusdiklat Kemendagri.

Mereka berdiri dengan jarak agar tidak terlalu dekat. Para warga juga tampak mengenakan masker.

Sambil berdiri para warga membawa berbagai tulisan antara lain "Kami warga Baciro Siap Menerima Pahlawan Kesehatan Covid-19" , "Pahlawan Covid-19 Kami di Belakangmu", "Anda adalah Pahlawan Kami ", "Selamat Datang Pahlawan", "Anda Tidak Sendiri", "Selamat Bekerja".

Baca juga: Tenaga Medis Terbatas, Polisi di Wonosobo Ikut Bantu Makamkan Jenazah Covid-19

Tak lama, suara sirine mulai terdengar. Iring-iringan mobil yang membawa tenaga medis tampak masuk melintas memasuki Pusdiklat Kemendagri di Baciro, Kota Yogyakarta.

Saat iring-iringan mobil melintas, para warga pun serentak bertepuk tangan. Ada juga yang memberikan hormat.

Beberapa warga pun juga memberikan semangat kepada para tenaga medis dengan berteriak "Semangat...semangat Bapak, semangat Bu !,"

Mengetahui kedatangan mereka disambut warga, para tenaga medis yang ada di dalam mobil terlihat membuka jendela.

Mereka pun membalas dengan melambaikan tangan ke pada warga yang berdiri di kanan dan kiri jalan masuk.

"Terima kasih....terima kasih...terima kasih," balas tenaga medis perempuan dari dalam mobil.

Ketua Kampung Baciro, Syarif Hidayat mengatakan inisiatif menyambut para tenaga medis ini datang dari warga sendiri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X