PJ Wali Kota Makassar Berharap PSBB Juga Berlaku di Gowa dan Maros

Kompas.com - 16/04/2020, 14:49 WIB
Pejabat (Pj) Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb KOMPAS.COM/HENDRA CIPTOPejabat (Pj) Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb

MAKASSAR, KOMPAS.com – Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, berharap Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros ikut menerapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB).

Iqbal merasa, PSBB di Makassar baru akan efektif jika dua kabupaten tetangganya juga ikut menerapkan pembatasan serupa.

“Kami mengharapkan, ini bisa terintegrasi di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros karena ini menjadi satu kesatuan. Orang yang bekerja di Kota Makassar, banyak dari Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros. Paling bagus sebenarnya kalau diberlakukan sama di Kota Makassar,” kata Iqbal, Kamis (16/4/2020).

Baca juga: Fakta PSBB Kota Makassar, Hanya Satu Kecamatan yang Tak Terpapar, Disetujui hingga Persiapan Pemda

Terkait waktu PSBB berlaku efektif, Iqbal belum bisa memastikannya. Dia mengaku masih perlu membicarakannya dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Makassar.

Pertemuan dengan Forkopimda Makassar yang juga akan merumuskan peraturan wali kota untuk pelaksanaan PSBB, direncanakan berlangsung pada Kamis malam.

Meski demikian, Iqbal menegaskan, aturan PSBB di Makassar tidak akan berbeda dengan standar yang diberikan Kementerian Kesehatan.

Baca juga: PSBB, Pemkot Makassar Perbanyak Dapur Umum

Selama pembatasan sosial berlangsung, sekolah hingga perkantoran akan diwajibkan libur.

 

Kegiatan keagamaan hingga aktivitas budaya yang menimbulkan keramaian juga akan dilarang.

“Kalau PSBB dasar hukumnya ada, berbeda dengan social distancing dan physical distancing yang tidak kuat dasar hukumnya. Sehingga social distancing dan physical distancing yang selama ini diimbau sulit ditegakkan. Kalau aturan PSBB, aparat bisa lebih tegas menerapkan aturan yang berlaku,” terangnya.

Iqbal menambahkan, selama PSBB diberlakukan di Kota Makassar, hanya usaha makanan, usaha yang memproduksi alat kesehatan, dan UMKM bisa beroperasi selama mengikuti aturan yang berlaku.

Selama masa itu pula, warga Makassar akan diwajibkan mengenakan masker, tidak boleh berboncengan sepeda motor, dan jumlah orang dalam mobil harus dikurangi.

“Dalam PSBB, tidak ada aturan penutupan toko sembako maupun penjual sembako.  Karena itu bagian yang dikecualikan. Jadi jika disosialisasikan dengan baik, tidak akan terjadi panic buying,” terangnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Regional
Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Regional
Setahun Pandemi,  Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Setahun Pandemi, Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Regional
172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X