Sebanyak 40 Orang Meninggal di Jawa Tengah Akibat Demam Berdarah

Kompas.com - 16/04/2020, 12:46 WIB
Ilustrasi nyamuk demam berdarah, nyamuk aedes aegypti. Ilustrasi nyamuk demam berdarah, nyamuk aedes aegypti.

SEMARANG, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyebut ada 40 orang di Jawa Tengah yang meninggal dunia akibat terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama kurun waktu tiga bulan terakhir.

Ancaman penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypty itu menunjukkan angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan Covid-19 di periode yang sama.

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo menyebutkan, di wilayah Jawa Tengah ditemukan sebanyak 2.115 kasus DBD yang tersebar merata di 35 kabupaten/kota.

"Kasus paling banyak ditemukan di Cilacap yakni 216, dengan jumlah meninggal dunia 3 orang. Lalu, Kota Semarang dengan 154 kasus, meninggal 2 orang. Kemudian Jepara dengan 136 kasus, meninggal 1 orang," ujar Yulianto di Semarang, Kamis (16/4/2020).

Baca juga: Demam Berdarah, Dua Balita di Brebes Meninggal

Lebih lanjut, jumlah warga yang terserang DBD di Kabupaten Banjarnegara mencapai 62 orang, 3 di antaranya meninggal dunia.

Sedangkan, Banyumas terdapat 132 kasus, 3 orang di antaranya meninggal dunia. Klaten ada 131 kasus dan 3 orang meninggal dunia, Kebumen 124 kasus dan 4 orang meninggal, Purbalingga 99 yang meninggal 2 orang, dan Brebes dengan 87 kasus, meninggal 2 orang.

"Kasus demam berdarah di Jateng ini memang selalu terjadi dan tersebar merata. Apalagi kita ini hidup di negara tropis, yang menjadi endemis demam berdarah," ungkapnya.

Baca juga: Masyarakat Diminta Bersihkan Sarang Nyamuk untuk Hindari Penyakit Demam Berdarah

Maka dari itu, Yulianto meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman penyakit DBD dengan memberantas sarang nyamuk di lingkungan masing-masing.

"Maka di setiap rumah, kantor, sekolahan dan lainnya perlu dibentuk Jumantik atau juru pemantau jentik untuk memastikan tidak ada jentik-jentik nyamuk. Kalau ditemukan, segera musnahkan. Karena faktor lingkungan sangat mempengaruhi berkembangnya nyamuk," tutupnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Dibela Saat Dihajar Kakak Ipar, Perempuan Ini Pukul Ibu Kandung di Pinggir Jalan

Tidak Dibela Saat Dihajar Kakak Ipar, Perempuan Ini Pukul Ibu Kandung di Pinggir Jalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Oktober 2020

Regional
Pemuda yang Jatuh dari Jembatan Layang Kelok 9 Diduga Bunuh Diri

Pemuda yang Jatuh dari Jembatan Layang Kelok 9 Diduga Bunuh Diri

Regional
Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Siswa Tak Boleh Cium Tangan Guru

Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Siswa Tak Boleh Cium Tangan Guru

Regional
Perempuan yang Pukul Lansia Dalam Video yang Viral Ternyata Ibu dan Anak

Perempuan yang Pukul Lansia Dalam Video yang Viral Ternyata Ibu dan Anak

Regional
Pelaku Pembunuhan Perempuan Pekerja Kafe di Berau Ditangkap di Kalteng

Pelaku Pembunuhan Perempuan Pekerja Kafe di Berau Ditangkap di Kalteng

Regional
Warga yang Keluar dan Masuk ke Riau Wajib Punya Hasil Rapid Test

Warga yang Keluar dan Masuk ke Riau Wajib Punya Hasil Rapid Test

Regional
Ini Program Pasangan 'Ikbar' di Pilkada Mojokerto, dari Bantuan Desa Rp 5 M hingga Insentif untuk Guru

Ini Program Pasangan "Ikbar" di Pilkada Mojokerto, dari Bantuan Desa Rp 5 M hingga Insentif untuk Guru

Regional
Perempuan Ini Suruh Keponakannya yang Masih SD Antar Sabu, Tak Diberi Jajan jika Menolak

Perempuan Ini Suruh Keponakannya yang Masih SD Antar Sabu, Tak Diberi Jajan jika Menolak

Regional
Edy Rahmayadi Ingin Ubah Belawan seperti Tanjung Perak

Edy Rahmayadi Ingin Ubah Belawan seperti Tanjung Perak

Regional
BCA Digugat Nasabah di Surabaya, Deposito Rp 5,4 Miliar Diklaim Tak Dapat Dicairkan

BCA Digugat Nasabah di Surabaya, Deposito Rp 5,4 Miliar Diklaim Tak Dapat Dicairkan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Oktober 2020

Regional
Ada Pedagang Positif Corona, Pasar Harjodaksino Solo Kembali Ditutup

Ada Pedagang Positif Corona, Pasar Harjodaksino Solo Kembali Ditutup

Regional
Curi 10 Kerbau, Residivis Ini Ditembak Polisi

Curi 10 Kerbau, Residivis Ini Ditembak Polisi

Regional
Warga Banten Diminta Tetap di Rumah Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Warga Banten Diminta Tetap di Rumah Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X